Jakarta (ANTARA) - Bank of China (BOC) Hong Kong Limited cabang Jakarta menyelenggarakan Forum Potensi Kerja Sama Transaksi Renminbi (RMB) Lintas Perbatasan dan Mata Uang Lokal China-Indonesia dalam Kerangka Local Currency Transaction (LCT) di Medan, Jumat (6/2).
Acara ini dihadiri sekitar 100 tamu, termasuk Konsul Jenderal Republik Rakyat China (RRC) di Medan Huang He, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Utara Dr. Rudy Brando Hutabarat, Ketua CCCI (China Chamber of Commerce in Indonesia) cabang Riau Hao Weisong, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Sumatra Utara Janlie, serta perwakilan para pelaku usaha setempat di Medan.
Konsul Jenderal RRC di Medan Huang He menyampaikan ucapan selamat yang hangat atas diselenggarakannya forum tersebut. Dia menegaskan bahwa di bawah arahan strategis para pemimpin kedua negara, hubungan bilateral China-Indonesia saat ini berada pada periode terbaik dalam sejarah.
China telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 12 tahun berturut-turut. Selain itu, selama sembilan tahun berturut-turut China juga masuk dalam tiga besar sumber investasi asing di Indonesia.
Huang He menyatakan bahwa mekanisme penyelesaian transaksi RMB lintas perbatasan dan mata uang lokal China-Indonesia merupakan hasil alami dari kemitraan strategis komprehensif kedua negara. Mekanisme ini dinilai memiliki makna praktis yang penting bagi Indonesia.
Menurutnya, mekanisme tersebut berperan dalam mendiversifikasi struktur cadangan devisa, menurunkan risiko nilai tukar, serta menyediakan jalur penyelesaian transaksi yang lebih stabil. Mekanisme ini juga membantu memperkuat stabilitas mata uang domestik dan ketahanan ekonomi makro.
Konjen berharap BOC Hong Kong cabang Jakarta dapat terus memanfaatkan mekanisme tersebut secara optimal, menyediakan layanan keuangan yang lebih berkualitas, serta memberikan kontribusi baru bagi peningkatan kerja sama keuangan dan perdagangan China-Indonesia.
Sementara itu, Dr. Rudy Brando Hutabarat menuturkan bahwa Indonesia saat ini telah menjalin mekanisme kerja sama Local Currency Transaction (LCT) dengan sejumlah negara, termasuk China. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mendukung kemudahan perdagangan dan investasi bilateral.
Pada 2025, nilai transaksi LCT Indonesia meningkat menjadi 25,66 miliar dolar AS. Jumlah rata-rata pengguna bulanan tercatat mencapai 7.568.
Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan transaksi LCT Indonesia-China sangat menonjol. Nilai transaksi meningkat signifikan dari 4,9 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 13,19 miliar dolar AS pada 2025.
Menurutnya, peningkatan tersebut sepenuhnya mencerminkan pengakuan dan penerimaan dunia usaha terhadap mekanisme LCT.
Sejak mulai diterapkan pada 2018, mekanisme LCT dinilai berperan penting dalam mendiversifikasi risiko nilai tukar, meningkatkan ketahanan sistem keuangan, serta mendorong perdagangan dan investasi bilateral.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya gesekan perdagangan, Rudy menyebutkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Ekspor produk berbasis sumber daya dari wilayah Sumatra memberikan dukungan kuat terhadap surplus perdagangan Indonesia.
Namun demikian, penerapan LCT saat ini masih terutama terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara itu, Sumatra dan wilayah lainnya dinilai memiliki ruang pengembangan yang besar.
Sebagai pusat ekonomi dan perdagangan penting di Sumatra, Medan dinilai memiliki potensi untuk menjadi platform utama dalam memperdalam kerja sama LCT China-Indonesia. Kota ini diharapkan dapat menyuntikkan momentum baru bagi perkembangan berkelanjutan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.
Perencana Strategi Senior (Senior Strategy Planner) BOC Hong Kong Ying Jian menyampaikan pemaparan utama bertema Perkembangan Penggunaan RMB Lintas Perbatasan China-Indonesia serta Potensi dan Prospek Mekanisme LCT.
Dalam pemaparannya, Ying Jian menyoroti perkembangan terkini penggunaan RMB lintas perbatasan antara China dan Indonesia. Dia juga membahas optimalisasi serta prospek pengembangan mekanisme LCT ke depan.
Selain itu, pemaparan tersebut menekankan perluasan skenario penggunaan RMB di sektor-sektor prioritas Indonesia. Peluang potensial bagi dunia usaha dari pendalaman kerja sama penyelesaian LCT dalam perdagangan bilateral turut menjadi fokus pembahasan.
Sejalan dengan kebutuhan riil perusahaan dalam aspek “investasi, produksi, ketenagakerjaan, dan penyelesaian transaksi,” BOC Hong Kong cabang Jakarta turut memperkenalkan Praktik Operasional Pasar Keuangan Indonesia.
Dalam sesi tersebut, diperkenalkan secara sistematis berbagai layanan, antara lain pembukaan rekening RMB lintas perbatasan, dukungan pembiayaan, penyelesaian transaksi lintas perbatasan, serta layanan manajemen kas.
Selain itu, dipaparkan pula instrumen pengelolaan risiko nilai tukar seperti transaksi forward dan swap. Solusi unggulan berupa layanan penggajian lintas perbatasan “Payroll Remittance” juga diperkenalkan kepada para peserta.
Wakil Pimpinan BOC Hong Kong Cabang Jakarta Liu Yue menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra penting dalam kerja sama regional China.
Dia menilai bahwa Provinsi Sumatra memiliki basis industri yang kuat. Wilayah ini didukung oleh fasilitas pelabuhan dan logistik, pergudangan dan transportasi, serta ketersediaan listrik dan infrastruktur yang memadai.
Kondisi tersebut menjadikan Sumatra sebagai kawasan ekonomi penting berbasis sumber daya dan berorientasi ekspor di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, efek pengelompokan industri perusahaan China yang berinvestasi di Indonesia semakin terlihat.
Melalui pengenalan sistematis mengenai optimalisasi mekanisme LCT dan skenario penerapannya di sektor-sektor utama, forum ini bertujuan untuk membangun platform pertukaran yang lebih mendalam. Forum ini juga diharapkan dapat mendorong kerja sama yang lebih praktis dan berorientasi pada kebutuhan dunia usaha.
Mengawali 2026, BOC Hong Kong cabang Jakarta telah menggelar serangkaian kegiatan bertema “Layanan Keuangan Lintas Perbatasan Masuk ke Kawasan Industri dan Sosialisasi Local Currency Transaction” di Jakarta, Semarang, dan sejumlah wilayah utama lainnya.
Dia menambahkan bahwa kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan sepanjang tahun. Tujuannya adalah untuk mendorong pengembangan layanan keuangan lintas perbatasan yang berkelanjutan dan inklusif.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































