BNPT: Pemberdayaan ekonomi pastikan deradikalisasi berkelanjutan

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan pemberdayaan ekonomi merupakan bagian penting dalam memastikan proses deradikalisasi berjalan secara berkelanjutan.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan pemberdayaan ekonomi diperlukan agar para mitra deradikalisasi dapat kembali hidup produktif di tengah masyarakat.

"Ini merupakan tindak lanjut dari program deradikalisasi, di mana program reintegrasi sosial kepada saudara-saudara kita, mantan-mantan eks napiter yang coba kami kembangkan aspek kewirausahannya," ujar Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dengan demikian dalam kerangka Tim Koordinasi Pelaksanaan Deradikalisasi, BNPT bersama beberapa kementerian/lembaga melakukan pemberdayaan mitra deradikalisasi (eks narapidana terorisme) di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, pada lahan milik PT Sang Hyang Seri (SHS).

Pemberdayaan dilakukan BNPT bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) beserta Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri.

Keberhasilan program tersebut telah ditandai dengan panen hasil budidaya yang dikelola mitra deradikalisasi lahan milik PT SHS di kawasan Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (31/7).

Kegiatan panen bersama itu sekaligus menjadi bukti sinergi lintas sektor mampu memperkuat proses reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta mendukung program ketahanan pangan nasional, sebagaimana Astacita poin kedua Presiden RI yang dituangkan dalam RPJMN 2025-2029 Prioritas Nasional kedua.

Adapun Astacita poin kedua tersebut berisi "Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru".

Baca juga: BNPT: RAN PE Fase Kedua tekankan pencegahan radikalisme sejak dini

Menurut Kepala BNPT, keberhasilan panen bersama tak terlepas dari kolaborasi berkelanjutan antara BNPT, Kemenimipas, Densus 88 AT Polri, dan PT Sang Hyang Seri, yang mendampingi para mitra deradikalisasi sejak menjalani masa pidana hingga kembali beraktivitas di tengah masyarakat.

"Semoga saudara kita ini dapat diterima kembali di masyarakat," katanya.

Dalam kegiatan panen bersama, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan kementeriannya mendukung penuh program tersebut karena pembinaan terhadap mitra deradikalisasi merupakan bagian dari tanggung jawab negara.

"Ini menjadi bagian dari Balai Latihan Kerja yang sama-sama kami kembangkan bersama PT Sang Hyang Seri dengan BNPT dalam rangka untuk mendukung program ketahanan pangan Bapak Presiden," ujar Agus.

Ia menilai kawasan Sukamandi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan pemberdayaan masyarakat binaan. Dengan luas mencapai 3.200 hektare, lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai program produktif.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho menjelaskan selain melakukan transformasi bisnis sebagai pusat inovasi perbenihan nasional, Perusahaan juga berkomitmen mendukung program pemberdayaan sosial melalui pengembangan pertanian terpadu (circular farming).

"Kami nggak cuma bicara tentang pertanian, juga ada terkait dengan peternakan kambing, ada lele. Nah, ini circular farming akan kami fokuskan ke depan, termasuk juga bisa mendidik dan memberikan pengetahuan kepada warga-warga binaan," ucap Adhi.

Keberhasilan program tersebut turut dirasakan langsung oleh mitra deradikalisasi, salah satunya Didin Kamaludin yang mengaku telah merasakan manfaat pembinaan selama empat tahun terakhir.

"Alhamdulillah sudah berjalan 4 tahun, awalnya budidaya padi, terus kami berkembang peternakan penggemukan domba dan lele. Dari segi ekonomi terbantu, Alhamdulillah mendapatkan penghasilan dari budidaya padi, lele, dan domba sehingga bisa membantu perekonomian kami," katanya.

Didin menyebut selain memperoleh pendampingan usaha, para mitra deradikalisasi juga secara rutin mendapatkan pembinaan dan dukungan moral dari BNPT, Kemenimipas, Densus 88 AT Polri, dan PT Sang Hyang Seri.

Kolaborasi lintas kementerian, lembaga, aparat penegak hukum, dan BUMN tersebut menjadi contoh bahwa keberhasilan program deradikalisasi tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan perubahan nyata.

Perubahan nyata dimaksud, yakni melalui pemberdayaan ekonomi, reintegrasi sosial, serta peningkatan kesejahteraan yang berkontribusi pada pembangunan nasional dan ketahanan pangan.

Baca juga: BNPT RI-DFAT Australia inisiasi kurikulum perlindungan ruang publik

Baca juga: BNPT: Keberhasilan deradikalisasi diukur dari reintegrasi sosial

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |