Memakai sepatu yang kekecilan bisa mempengaruhi kesehatan kaki

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kebiasaan menggunakan sepatu yang terlalu kecil, atau yang dikenal sebagai cinderella complex, berisiko terhadap kesehatan kaki, menurut seorang ahli dari Amerika Serikat.

"Kesalahpahaman yang sangat umum adalah anggapan bahwa ukuran sepatu seseorang tidak berubah,” kata ahli penyakit kaki sekaligus salah seorang direktur Layanan Kaki dan Pergelangan Kaki Tanpa Bedah di Rumah Sakit untuk Bedah Khusus di New York City, AS, Dr. Rock Positano, dalam laporan New York Post, Jumat (14/8).

Menurut Positano, sangat kecil kemungkinan ukuran sepatu pada usia 20 tahun akan tetap sama ketika berusia 50 tahun. Bentuk dan ukuran kaki dapat mengalami perubahan karena berbagai faktor seperti kenaikan berat badan.

Baca juga: Pentingnya memilih sepatu lari yang sesuai kondisi fisik

Sebuah penelitian menemukan bahwa dari 356 perempuan yang diperiksa, sebagian besar mengenakan sepatu yang tidak pas dan ternyata ukuran sepatu mereka telah bertambah sejak usia yang lebih muda. Kebiasaan menggunakan sepatu yang kekecilan disebut cinderella complex, merujuk kepada dongeng Cinderella.

"Sepatu yang tidak pas dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti tendonitis, lecet, pembengkakan pergelangan kaki, serta nyeri pada lutut, pinggul, dan punggung bagian bawah," kata Positano.

Mengenakan sepatu dengan ukuran yang salah juga dapat memperburuk kondisi, termasuk berkontribusi terhadap kelainan bentuk kaki serta menimbulkan rasa sakit yang menjalar hingga ke bagian tubuh lainnya.

Positano juga mengatakan nyeri pada kaki dan pergelangan kaki mungkin tidak mengancam nyawa, tetapi, jelas dapat mengancam kualitas hidup, misalnya olahraga, berjalan kaki, dan bersosialisasi dapat sangat terganggu.

Hal tersebut, lanjut Positano, menyebabkan kaki dan jaringan lunaknya, termasuk otot, tendon, dan ligamen, berubah bentuk untuk menyesuaikan diri dengan pertambahan berat badan. Kaki memiliki banyak ligamen dan hormon ini juga memengaruhinya, sehingga ukuran sepatu dapat bertambah satu atau dua nomor.

Baca juga: Tips memilih sepatu hak tinggi agar tetap nyaman saat dipakai

Selain ukuran, bentuk sepatu juga bisa berdampak kepada kesehatan, seperti sepatu dengan bagian ujung yang sempit dan meruncing serta hak tinggi dapat menggeser beban tubuh ke depan dan menekan jari-jari kaki ke posisi yang tidak alami. Jika berlangsung lama, kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan struktur kaki.

Perubahan hormon selama kehamilan dan menopause turut berperan, serta penuaan terutama setelah usia 50 tahun juga dapat meningkatkan risiko masalah kaki yang mengubah ukuran dan kenyamanan sepatu.

Tips mencoba sepatu

Positano menyarankan untuk mencoba sepatu baru pada sore hari ketika kaki biasanya mengalami pembengkakan paling besar akibat aktivitas sehari-hari seperti berjalan dan berdiri.

Saat mengukur kaki, berdirilah dan letakkan seluruh berat badan di atas kedua kaki. Ukur kedua kaki karena ukuran salah satunya sering kali lebih besar daripada yang lain.

Saat memilih sepatu, gunakan ukuran kaki yang lebih besar sebagai patokan. Sisakan pula ruang sekitar selebar ibu jari antara jari kaki terpanjang dan bagian depan sepatu agar jari-jari tidak berdesakan.

Bagian telapak kaki yang paling lebar juga sebaiknya sejajar dengan bagian sol sepatu yang paling lebar. Dia mengingatkan bahwa lupakan anggapan lama bahwa sepatu yang terasa tidak nyaman akan menjadi nyaman setelah sering dipakai.

"Tidak ada istilah 'membiasakan sepatu'. Sepatu seharusnya terasa nyaman di bagian lengkung kaki, tumit, dan bagian depan kaki," ujar Positano.

Baca juga: Pelari Triyaningsih tak sarankan sepatu baru untuk lomba lari

Baca juga: Tips pilih sepatu yang tepat menurut pakar ortopedi

Baca juga: Beli sepatu baru sebaiknya dilakukan saat sore hari, ini alasannya

Baca juga: Tips memilih sepatu dari dr. Tirta

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |