Kota Jambi (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jambi sebagai langkah meminimalisasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
"Iya (hujan) kemarin (7/6) dibantu program OMC," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah di Kota Jambi, Senin.
Ia menjelaskan program modifikasi cuaca telah berlangsung sejak Sabtu (6/6) dan direncanakan hingga Kamis (12/6).
"Sejak Sabtu (6/6) kemarin hingga 12 Juni nanti," katanya.
Berdasarkan data tenaga ahli atau analisis cuaca (Flight Scientist), Posko Subsatgas Udara Karhutla Jambi, penyemaian 999 kilogram garam (NaCl) dimulai Jumat (5/6), pukul 16.30-18.00 WIB di lokasi (seeding), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi.
Ketinggian penyemaian sekitar 1.000 kaki, menggunakan pesawat Cessna (PK-ALA).
Baca juga: Pemasangan alat sensor dibahas Kemenhut-BMKG untuk tekan karhutla
Penyemaian kedua dilakukan pada Sabtu (6/6), pukul 15.14 hingga 17.03 WIB di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Lokasi ketiga dilanjutkan pada pukul Minggu (7/6), pukul 10.48 hingga 12.25 WIB dengan jenis pesawat dan jumlah garam yang sama di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi.
Penyemaian keempat dilakukan pada hari yang sama, pukul 12.57 hingga 14.43 WIB di kawasan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.
Pada Senin (8/6), penyemaian garam dilaksanakan di dua lokasi di Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi.
Kepala Tim BMKG Sultan Thaha Jambi Jaya Martua Sinaga membenarkan potensi hujan alami ini juga didukung oleh adanya OMC yang sedang berlangsung di Jambi.
Kondisi cuaca dan potensi hujan yang terjadi di Provinsi Jambi belakangan ini, berdasarkan pantauan terhadap dinamika atmosfer, memang terdeteksi adanya potensi pertumbuhan awan hujan yang signifikan.
Ia mengatakan kegiatan modifikasi cuaca itu program terencana yang sudah berjalan sejak akhir Mei dan dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 12 Juni mendatang.
"Jadi, aktivitas OMC ini saling berhubungan dengan dinamika atmosfer yang ada, intervensi dari OMC tersebut turut mendukung dan menambah potensi terjadinya hujan di Jambi," kata dia.
Baca juga: BMKG ungkap perbedaan karakteristik karhutla gambut dan nongambut
Baca juga: Cegah karhutla, OMC dilaksanakan selama 10 hari di Sumatera Selatan
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































