Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 1.771 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh sudah berhasil dibangun sebagaimana laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin malam.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta mengatakan bahwa pembangunan huntara tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama lintas kementerian dan lembaga untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak bencana.
"Hunian sementara tersebut tersebar di 25 lokasi yang telah disiapkan bagi para penyintas. Dari total huntara yang telah dibangun, sebanyak 1.339 kepala keluarga kini telah menempati hunian yang lebih layak,” kata Abdul.
Baca juga: BNPB pasok kebutuhan pengungsi di huntara Beutong Ateuh Nagan Raya
Ia menjelaskan bahwa para penyintas yang tinggal di huntara juga mendapatkan dukungan fasilitas dasar untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Perabotan hunian disediakan oleh BNPB bersama Kementerian Sosial serta sejumlah lembaga kemanusiaan yang terlibat dalam penanganan pascabencana.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan akses air bersih dan listrik secara gratis bagi warga yang menempati hunian sementara tersebut.
BNPB menyatakan penyediaan fasilitas tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan para penyintas dapat menjalani kehidupan yang lebih layak selama masa pemulihan pascabencana.
Baca juga: Menteri PU: SPAM Lampahan aliri air bersih hingga Huntara Bener Meriah
Baca juga: Pengungsi di Aceh, Sumut dan Sumbar berkurang
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































