Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memasukkan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dalam lima mata pelajaran di sekolah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), guna memperkuat pencegahan narkotika kepada siswa di daerah itu.
"Ini bisa membuka mata, edukasi yang kuat, sehingga para siswa memiliki ketahanan diri untuk berani menyatakan say no to drugs," kata Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menyatakan Program IKAN ini merupakan inisiatif terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat pencegahan narkoba di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Kepulauan Babel.
Baca juga: BNN jadikan "IKAN" sebagai buku saku bagi siswa perangi narkoba
"Kami memasukkan Program IKAN ini di dalam lima mata pelajaran yaitu Agama, Olah Raga, PPKN, Biologi, dan Fisika, untuk memperkuat pemahaman para siswa tentang bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang ini," katanya.
Ia mengapresiasi inisiasi BNN Provinsi Kepulauan Babel yang didukung penuh Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani meluncurkan Program IKAN, karena program ini sejalan dengan Program Presiden Prabowo Subianto dalam mencipta generasi penerus bangsa yang lebih sehat, cerdas, kuat, dan bebas narkoba.
"Pencegahan dan pemberantasan narkotika ini menjadi sangat penting, untuk mendukung program-program presiden yang sangat memumpuni di masyarakat, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda dan lainnya, untuk menciptakan anak-anak bangsa untuk hidup lebih sehat, cerdas, dan bebas narkoba," ujarnya.
Baca juga: Kepala BNN tinjau implementasi "IKAN" SMAN 4 Pangkalpinang
Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani menegaskan perang terhadap narkoba untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa ini.
"Narkoba ini adalah musuh bangsa yang harus diberantas bersama-sama, agar anak-anak kita ini terbebas dari dampak barang haram ini," katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba ini agar Kepulauan Babel bersih dari narkoba.
"Saya mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk selalu mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba ini," katanya.
Baca juga: Kepala BNN kukuhkan Saka Anti Narkoba Babel
Pewarta: Aprionis
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































