BMKG Bengkulu: Waspadai potensi angin kencang

2 hours ago 3

Kota Bengkulu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan 50 kilometer per jam yang akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

"Untuk hari ini masih ada potensi angin kencang sampai dengan 50 km per jam atau antara 26 hingga 27 knot," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu Intan Rahma, di Kota Bengkulu, Kamis.

Selain potensi angin kencang, hingga beberapa hari ke depan juga masih ada potensi hujan ringan hingga sedang yang disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang yang merata di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Kemudian, untuk ketinggian gelombang laut mencapai dua meter di perairan Bengkulu hingga Enggano dan mencapai 2,5 meter di Samudra Hindia barat Bengkulu.

Untuk itu, Intan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. Masyarakat juga diminta tetap tenang, namun sigap dalam mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berjalan aman.

BMKG Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi, seperti aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG, serta layanan call center Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu. Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi.

Baca juga: BMKG: potensi hujan lebat dan sangat lebat di sejumlah area awali 2026

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melaksanakan latihan simulasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

"Seperti kita ketahui, bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjadi pelajaran bagi kita semua. Maka kami berupaya melakukan mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk. Hari ini kita gelar apel siaga dan dilanjutkan dengan simulasi," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Simulasi tersebut dilakukan mendekati kondisi nyata di lapangan, mulai dari evakuasi korban tenggelam, penanganan ibu hamil yang membutuhkan pertolongan, penyelamatan menggunakan tali dari jembatan, dan lainnya.

Simulasi tersebut dilakukan bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Sosial, dan lainnya sebagai upaya preventif dan antisipatif dalam menghadapi potensi bencana.

Di sisi lain, Dedy juga melakukan pengecekan kesiapan peralatan kebencanaan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seperti perahu karet, chainsaw, mobil logistik, mobil dapur, hingga kesiapan dapur umum.

Baca juga: BMKG minta warga pesisir selatan Kalteng waspadai gelombang tinggi

Hal tersebut dilakukan guna memastikan alat-alat kebencanaan tersebut dalam keadaan baik dan dapat digunakan saat terjadi bencana.

Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |