BI hadirkan program wirausaha terpadu bagi UMKM dan pesantren

12 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menghadirkan program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu bagi usaha mikro kecil menengah dan pesantren melalui pelatihan, magang, dan pendampingan usaha guna mencetak wirausaha yang siap membangun bisnis secara berkelanjutan.

“Kita mulai dengan 2,5 bulan kompetensi kewirausahaan, kemudian praktek, lalu pendampingan, dan akhirnya pengembangan usaha,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu di Jakarta, Senin.

Program tersebut merupakan sinergi BI dengan Kementerian UMKM, Kementerian Agama, pemerintah daerah, serta berbagai asosiasi untuk memperluas dampak program pemberdayaan UMKM dan ekonomi pesantren yang selama ini telah berjalan di berbagai lembaga.

Perry menyebut pengalaman yang dimiliki selama ini menunjukkan bahwa kemampuan wirausaha menjadi faktor yang paling penting dalam memajukan UMKM. Karena itu, melalui program ini, peserta akan terlebih dahulu dibekali kompetensi kewirausahaan sebelum memperoleh dukungan modal usaha.

“Wirausaha tidak cukup hanya diajarkan di kelas. Prakteknya bagaimana? Dan setelah praktek, bagaimana diuji bisa berhasil? Makanya, bedanya program ini adalah akan ada tiga tahap,” kata dia.

Pada tahap pertama, peserta akan mengikuti pendidikan kewirausahaan selama sekitar 2,5 bulan yang mencakup kompetensi teknis sesuai bidang usaha dan kemampuan bisnis. Peserta yang memenuhi standar akan memperoleh sertifikasi.

Setelah itu, peserta memasuki tahap magang atau praktik lapangan. Dalam tahap ini, peserta ditempatkan di UMKM maupun bisnis berbasis pesantren yang telah mapan guna menguji penerapan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan.

Peserta yang lulus dalam evaluasi magang akan memperoleh sertifikasi lanjutan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Setelah menyelesaikan seluruh proses tersebut, peserta mendapatkan pendampingan untuk mendirikan dan mengembangkan usaha, termasuk akses terhadap dukungan permodalan.

Menurut Perry, pendekatan ini menjadi pembeda utama dengan program pengembangan UMKM lainnya karena modal diberikan setelah peserta memiliki kompetensi dan pengalaman praktek.

Adapun program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu difokuskan pada empat bidang usaha yang dinilai telah terbukti berhasil dan memiliki potensi dampak luas. Para pelaku usaha yang telah berhasil di bidang tersebut akan dilibatkan sebagai mentor dalam proses pembinaan peserta.

Dua bidang di antaranya menyasar UMKM, yakni Cangkir Barista dan Citra Nusantara. Melalui Cangkir Barista, BI menargetkan lahirnya 400 barista bersertifikasi internasional setiap tahun untuk mendukung penguatan industri kopi nasional.

“Program kami yang sudah berhasil mendidik barista dan mengembangkan bisnis mereka juga memiliki kewajiban membantu petani memilih kualitas terbaik. Jadi, dari hilir ke hulu terbangun ekosistemnya,” jelas Perry.

Sementara itu, Citra Nusantara diarahkan untuk mendorong inovasi produk wastra melalui pendampingan para desainer dan pelaku industri kreatif.

“Kami menargetkan 50 inovasi wastra baru pada 2026. Dari 500 peserta yang sudah kami pilih, kami challenge untuk mengembangkan 50 inovasi baru. Kami kerahkan desainer pusat dan daerah menjadi mentor untuk membuat kreasi yang tidak hanya bagus kualitas produknya, tetapi juga jelas dicari oleh konsumen,” kata Perry.

Adapun dua bidang lainnya melalui jalur pesantren, yaitu Air Berkah Indonesia dan Tani Berkah.

Program Air Berkah Indonesia mendorong pengembangan usaha air minum dalam kemasan berbasis sumber daya lokal di lingkungan pesantren, sedangkan Tani Berkah berfokus pada pengembangan green farming dan hidroponik yang dapat dijalankan di lahan relatif terbatas.

“Inilah komitmen dari Bank Indonesia, pemerintah, dan mitra strategis Bank Indonesia untuk UMKM sebagai dasar ekonomi kerakyatan yang merupakan pilar penting pertumbuhan ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan terpadu serta pendirian UMKM maju, sekaligus untuk penciptaan lapangan kerja dan ekonomi kerakyatan,” kata Perry.

Baca juga: Kementerian UMKM siapkan sertifikasi halal gratis bagi 500 ribu UMKM

Baca juga: Pemerintah bidik 10 juta wirausaha baru hingga 2029

Baca juga: Inkopontren bina wirausaha santri dongkrak perekonomian nasional

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |