BI Bali manfaatkan 400 ribu lembar limbah uang rusak jadi medali

3 hours ago 2

Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memanfaatkan sekitar 400 ribu lembar limbah uang tidak layak edar atau rusak menjadi medali untuk ajang lomba lari, QRIS Bali Summer Run 2026.

“Uang yang rusak harus kami tarik secara reguler. Limbah yang terkumpul ini lah yang kami racik menjadi medali,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di sela ajang lomba lari itu di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Sabtu.

Menurut dia, cara kreatif itu dilakukan untuk mendukung lingkungan agar tidak banyak sampah tak berguna menumpuk, kemudian diolah menjadi medali sekaligus menjadi kenang-kenangan para peserta lari.

Perwakilan bank sentral itu mencetak sekitar 2.000 medali menyesuaikan jumlah peserta lomba lari edisi kedua yang mempertandingkan dua nomor yaitu lima kilometer dan 10 kilometer.

Adapun medali kategori lima kilometer, menggunakan limbah uang tidak layak edar dengan pecahan nominal 50.000 dan untuk kategori 10 kilometer menggunakan limbah pecahan 100.000.

Untuk satu medali, lanjut dia, diperkirakan menggunakan sekitar 10 lembar uang kertas tidak layak edar.

Uang rusak itu kemudian dicacah menjadi butiran kecil-kecil kemudian dipadatkan dengan bahan akrilik bening.

Lomba lari tahunan itu, kata dia, juga jadikan sebagai kampanye penggunaan transaksi digital Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.

Selain lomba lari, juga diadakan festival UMKM, pasar murah dengan transaksi menggunakan QRIS hingga pemeriksaan kesehatan gratis yang dibuka oleh Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta bersama Sekretaris Daerah Bali Dewa Indra serta Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa.

Sedangkan biaya registrasi sebesar Rp17.845 sesuai HUT ke-81 RI, seluruhnya atau 100 persen hasil yang terkumpul disumbangkan ke yayasan anak yatim piatu di Denpasar dan Jembrana, Bali.

Ajang 2026 itu merupakan yang kedua setelah perdana diadakan pada 2025 yang saat itu hanya mempertandingkan nomor tunggal yaitu lima kilometer yang diikuti sekitar 1.000 peserta.

Pemanfaatan limbah uang kertas rupiah tidak layar edar menjadi medali tersebut juga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pembuatan medali lari pertama dari limbah racik uang kertas di tanah air pada 2025.

Baca juga: BI: Bali butuh konektivitas kereta api perkuat diversifikasi investasi

Baca juga: BI Bali: KEK Keuangan potensial tingkatkan wisata bisnis

Baca juga: BI dan pemda di Bali buka sinergi antardaerah untuk distribusi pangan

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |