Waketum MUI sebut pemimpin harus adaptif hadapi transformasi digital

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud mengatakan pemimpin harus mampu beradaptasi dengan transformasi digital sekaligus menghasilkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan organisasi.

"Digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan instrumen penting dalam tata kelola organisasi modern dan dakwah masa kini," kata Marsudi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan tersebut disampaikan Marsudi saat menghadiri Silaturahmi Nasional Majelis Alumni IPNU bertajuk "Kepemimpinan NU yang Adaptif terhadap Perubahan Sosial" di Jakarta, Jumat (7/8).

Menurut dia, perkembangan teknologi digital merupakan bagian dari perubahan sosial yang perlu direspons oleh pemimpin, termasuk dalam pengelolaan organisasi dan pelaksanaan dakwah.

Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, kata Marsudi, juga diperlukan untuk membangun komunikasi dengan generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital.

Selain kemampuan beradaptasi, ia menekankan setiap pemimpin perlu meninggalkan karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan organisasi.

"Seorang pemimpin, baik memimpin rumah tangga, organisasi, maupun negara, harus punya legacy atau tinggalan. Hukumnya wajib. Jangan sampai tidak punya peninggalan yang bermanfaat," katanya.

Marsudi juga menekankan pentingnya kemampuan pemimpin dalam membangun gagasan, menyatukan perbedaan, dan mendorong kerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan.

Menurut dia, perpaduan nilai kepemimpinan dan kemampuan memanfaatkan teknologi diperlukan agar organisasi kemasyarakatan dan keagamaan tetap relevan serta mampu merespons perubahan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Wamen Dikdasmen dorong transformasi digital sektor pendidikan

Baca juga: BPKP: Transformasi digital harus mampu tingkatkan kualitas pengawasan

Baca juga: Kemkomdigi: Pembangunan digital menyeluruh kunci transformasi digital

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |