BGN hentikan sementara SPPG Lani untuk investigasi dugaan keracunan

2 hours ago 1

Nabire (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lani di Kabupaten Nabire, Papua Tengah guna melakukan investigasi terhadap dugaan kasus keracunan pada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Rabu, mengatakan penghentian operasional tersebut merupakan keputusan BGN Pusat berdasarkan surat Nomor 945/D.TWS/03/2026 yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan.

Baca juga: BGN telusuri dugaan keracunan penerima MBG di Nabire

“Langkah ini penting untuk memberikan ruang bagi tim terkait melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan pencernaan yang dialami para siswa dan guru. Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” katanya.

Ia mengatakan BGN menerima laporan dari Kepala SPPG Lani, tanggal 13 Maret 2026 tentang dugaan kejadian menonjol (KM), yaitu gangguan pencernaan pada penerima manfaat karena mengonsumsi MBG.

Setelah itu pihaknya melakukan investigasi awal di lapangan serta memberi laporan kepada Koordinator Regional BGN Provinsi Papua Tengah terkait kejadian tersebut.

Saat ini, BGN bersama Dinas Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel bahan makanan yang digunakan.

Pemeriksaan mencakup seluruh tahapan, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan di dapur hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

Selain itu, evaluasi terhadap standar kebersihan dan sanitasi di dapur SPPG Lani juga menjadi fokus guna memastikan kesesuaian dengan regulasi keamanan pangan yang berlaku.

Baca juga: Kapolda: Dapur SPPG Polri di Nabire wujud kontribusi bagi masyarakat

Baca juga: Dinkes Nabire terbitkan SLHS untuk dua SPPG

“Penutupan sementara dilakukan sebagai respons cepat untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG,” ujarnya.

Ia menjelaskan operasional dapur SPPG Lani akan dibuka kembali setelah hasil investigasi dan uji laboratorium selesai serta memenuhi standar keamanan pangan sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan.

BGN juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, karena proses investigasi dilakukan secara transparan oleh instansi terkait.

SPPG Lani saat ini melayani 17 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 1.892 orang yang terdiri atas siswa dan guru.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |