Banda Aceh (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Aceh mencatat sudah mengalihkan sebanyak 5.052.152 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh sejak berlakunya masa tanggap darurat akhir November 2025 lalu.
"Sejak 26 November 2025 hingga hari ini, tim MBG tidak pernah absen mendampingi saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Aceh," kata Kepala BGN Regional Aceh, Mustafa Kamal, di Banda Aceh, Kamis.
Mustafa mengatakan, sebanyak 5,052 juta lebih porsi MBG yang dialihkan tersebut terhitung sejak 26 November hingga data rekapan terakhir 9 Januari 2026 di 19 kabupaten/kota terdampak, dan terus berubah seiring perkembangan.
Dirinya menyebutkan, peralihan MBG tersebut dilakukan pada 220 dari total 537 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif hingga hari ini di tanah rencong.
Baca juga: Hoaks, anggaran MBG dialihkan untuk korban banjir
Mustafa menegaskan, BGN bergerak cepat melalui dapur SPPG melakukan penyaluran kepada korban yang terdampak pasca dilanda musibah tersebut.
"Ketika air naik, akses sulit, dan dapur warga tidak bisa digunakan, kami memastikan asupan nutrisi tetap terjaga," ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran MBG untuk warga terdampak bencana memang terjadi pengurangan. Di mana, pada awal bencana mencapai 334.181 porsi, dan terakhir pada 9 Januari 2026 tinggal 943 porsi.
Menurunnya penyaluran MBG tersebut karena memang mulai berkurangnya masyarakat terdampak di tenda pengungsian, banyak yang sudah kembali ke rumah masing-masing atau kerabat.
"Setiap hari berkurang kabupaten/kota dilayani, seiring banyaknya warga yang sudah kembali, dan data ini terus berkembang seiring dapur tanggap darurat beroperasi," demikian Mustafa Kamal.
Baca juga: BGN pastikan keberlanjutan MBG untuk Aceh dan Sumatera
Baca juga: BGN: 323 dapur MBG layani warga terdampak bencana Sumatera
Baca juga: DPR: Pengalihan MBG ke korban banjir langkah tepat di masa darurat
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































