Begini respon tubuh jika konsumsi 100 gram protein tiap hari

13 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Ahli diet di Balance One Supplements, Trista Best, RD, berbagi wawasan tentang apa yang terjadi pada tubuh saat mengonsumsi 100 gram protein sehari secara teratur, sebagaimana dibagikan Eatthisnotthat, Kamis (3/4).

Protein sering disebut-sebut sebagai nutrisi penting untuk membentuk otot hingga menghilangkan lemak, dan meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh.

Rekomendasi umum untuk orang dewasa adalah sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan, tetapi jika ingin membentuk otot, menghilangkan lemak, atau mempercepat metabolisme, penelitian mengatakan bahwa meningkatkan asupan protein menjadi 1,6 hingga 2,2 gram dapat menjadi pengubah segalanya.

Baca juga: Pola makan yang sehat dan bebas penyakit bagi usia 70-an

Apakah Anda seorang pejuang akhir pekan, mencoba menurunkan berat badan, atau hanya ingin meningkatkan kesehatan, mengonsumsi 100 gram protein sehari dapat membantu.

Tapi apa yang terjadi pada tubuh ketika memenuhi target harian ini?

Mendukung pertumbuhan dan perbaikan otot

Mengonsumsi 100 gram protein sehari membantu memasok asam amino (bahan penyusun protein) yang dibutuhkan untuk sintesis protein otot, yang merupakan proses yang digunakan tubuh untuk memperbaiki dan membangun jaringan otot setelah berolahraga.

“Asupan protein memainkan peran penting dalam pertumbuhan otot, metabolisme, dan kehilangan lemak. Protein menyediakan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk sintesis protein otot, yang membantu memperbaiki dan membangun jaringan otot, terutama setelah berolahraga.” kata Best.

Baca juga: Daftar makanan tinggi protein terbaik untuk turunkan berat badan

Meningkatkan metabolisme

Menurut ulasan terbaru yang diterbitkan dalam Advances in Nutrition, protein memiliki efek termis yang lebih tinggi daripada karbohidrat dan lemak, yang berarti tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mencerna dan menyerap protein dibandingkan dengan makronutrien lainnya.

Best menyebut protein memainkan peran kunci dalam metabolisme, karena tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mencerna protein dibandingkan dengan lemak dan karbohidrat.

“Proses mencerna protein membutuhkan lebih banyak energi, yang dapat membantu meningkatkan pengeluaran kalori secara keseluruhan, yang pada akhirnya mendukung penurunan lemak.” ujarnya.

Mempertahankan massa otot sambil menghilangkan lemak.

Baca juga: Ahli rekomendasikan lansia banyak konsumsi makanan berprotein

Penelitian menunjukkan bahwa protein membantu mencegah kerusakan otot, terutama selama periode penurunan berat badan.

Ketika tubuh mengalami defisit kalori, tubuh berisiko memecah jaringan otot untuk mendapatkan energi. Tetapi dengan protein yang cukup, tubuh cenderung tidak akan menggunakan otot sebagai bahan bakar, karena protein memiliki asam amino yang diperlukan untuk melindungi jaringan tanpa lemak.

“Protein membantu mempertahankan massa otot tanpa lemak selama kehilangan lemak, sehingga mengurangi risiko perlambatan metabolisme,” jelas Best.

Baca juga: Ahli paparkan manfaat telur jadi sumber protein serbaguna dalam MPASI

“Ini penting karena massa otot membakar lebih banyak kalori saat istirahat daripada jaringan lemak. Jadi, semakin banyak otot yang dipertahankan, semakin tinggi tingkat metabolisme istirahat, sehingga lebih mudah untuk menghilangkan lemak dan mempertahankannya,” tambahnya.

Selain itu, penelitian telah menemukan bahwa protein juga membantu mengatur nafsu makan dengan membantu merasa kenyang lebih lama.

Hal ini dapat sangat membantu ketika mencoba untuk mengelola defisit kalori tanpa merasa lapar sepanjang waktu.

Baca juga: 10 tanda ini jadi peringatan seseorang kekurangan protein

Penerjemah: Pamela Sakina
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |