Bedah kawasan di Pela Mampang habiskan anggaran hampir Rp1 miliar

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Program bedah kawasan terhadap 16 rumah warga terdampak kebakaran di RT 14/02, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan menghabiskan anggaran hampir Rp1 miliar.

"Alhamdulillah berkat koordinasi kita bersama dengan Baznas, dengan pihak ketiga, insya Allah sekitar hampir Rp1 miliar ya biayanya. Separuh ditanggung oleh swasta, separuh oleh Baznas/Bazis," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam kegiatan peletakan batu pertama bedah kawasan di Pela Mampang, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian sesama.

Dia menargetkan pembangunan rampung dalam waktu tiga bulan. "Kurang lebih selesai dalam waktu tiga bulan," ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD DKI Jakarta Ahmad Yani yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam program tersebut.

Baca juga: Pemkot Jaksel bedah 16 rumah pascakebakaran di Mampang

"Harapannya ke depan, warga ini bisa kembali ke rumahnya, bisa bergembira, tenang, sehingga mereka bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Yang penting adalah ada kolaborasi kerja sama yang baik semua pihak," katanya.

Bedah kampung ini hasil kontribusi dari Baznas dan pihak ketiga dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT Malahayati.

Sementara itu, perwakilan PT Malahayati Nusantara Raya, Sahroji, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus berkontribusi di Jakarta Selatan.

"Prinsip PT Malahayati yaitu 'Kita bantu orang, Tuhan bantu kita'. Mudah-mudahan bisa terus bantu di mana masyarakat dan khususnya untuk Pemkot Jakarta Selatan terbuka untuk rekan kolaborator," ucap Sahroji.

Sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menaksir kerugian kebakaran 16 rumah di Jalan Bangka III, RT 14/RW 02, Mampang Prapatan, pada Selasa mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Kebakaran itu menghanguskan 16 bangunan yang ditempati 22 kepala keluarga (KK) atau 50 orang. Tak ada korban luka maupun jiwa dari peristiwa tersebut.

Adapun tempat pengungsian sementara, yakni Masjid Attaqwa dan logistik berada di kantor Sekretariat RT 014.

Baca juga: Bedah kawasan ubah permukiman di Jaksel jadi kampung tangguh bencana

Baca juga: Kerugian kebakaran 16 rumah di Jaksel ditaksir Rp2 miliar lebih

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |