Pekanbaru, (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menindaklanjuti laporan
kemunculan seekor harimau sumatera di jalur akses "Water Injection Plant" (WIP) Area Zamrud, perusahaan minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP) di Kabupaten Siak.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin di Pekanbaru, Kamis, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan melakukan pengecekan di lapangan.
Pihaknya menurunkan tim ke lapangan dari Pos BBKSDA di kawasan Taman Nasional Zamrud sekitar 1,3 kilometer dari lokasi kemunculan harimau.
“Saat ini tim dari BBKSDA Riau sedang melakukan konfirmasi langsung ke lokasi,” kata Ujang.
Baca juga: TNBT berhasil rekam empat individu harimau bukti ekosistem terjaga
Harimau tersebut sebelumnya dilaporkan muncul pada Rabu (14/1) siang di area depan WIP Zamrud atau jaringan pipa injeksi air. Lokasi tepatnya di dekat jembatan yang menjadi jalur utama kendaraan.
Berdasarkan video yang beredar satwa dilindungi itu terlihat menyeberangi jalan sebelum kembali masuk ke semak belukar di sekitar kawasan tersebut. Hal itu sempat mengejutkan pengendara yang melintas.
Penampakan harimau tersebut langsung diabadikan oleh Mandor Departemen Operation, Khaidir, bersama seorang sopir bernama Dedi. Terlihat harimau tersebut berukuran cukup besar.
Lebih lanjut Ujang mengimbau masyarakat dan para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur WIP Zamrud. Hal itu mengingat kawasan tersebut berada di tepi wilayah konservasi yang merupakan habitat alami harimau sumatera.
Diketahui WIP Kawasan Zamrud sendiri merupakan fasilitas industri migas yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi. Dengan begitu potensi perjumpaan antara satwa liar dan aktivitas manusia masih dapat terjadi.
Baca juga: BPBD Nagan Raya evakuasi potongan tubuh warga diduga dimangsa harimau
Baca juga: BBKSDA Riau temukan jejak kaki harimau sumatra di Siak
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































