Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan beragam layanan kemanusiaan guna mempercepat pemulihan penyintas bencana gempa bumi di wilayah Palu (Sulawesi Tengah) dan sekitarnya yang terjadi pada 16 Juni 2026 lalu antara lain dengan pengerahan tim medis dan beragam bantuan.
“Kami dari Baznas RI bergerak cepat mengirimkan bantuan pangan dan medis, agar kebutuhan dasar para penyintas gempa bumi di Sulawesi Tengah segera terpenuhi,” ujar Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI Idy Muzayyad di Jakarta, Senin.
Hingga kini Baznas yang telah menyalurkan distribusi 5.000 liter air bersih, 3.000 bungkus makanan siap saji yang jumlahnya akan terus bertambah, layanan kesehatan untuk warga, hingga dukungan psikososial untuk anak di Desa Kamarora.
Sementara pada layanan kesehatan, Baznas telah mengerahkan 17 personel tim tanggap bencana Baznas dan delapan tenaga medis ke wilayah terdampak.
Baca juga: Baznas buka layanan kesehatan gratis untuk warga Parigi Moutong
Baca juga: BNPB: Sulteng tetapkan status tanggap darurat gempa bumi
Menurut Idy, pelayanan medis bagi warga terdampak terus berjalan intensif dengan mencakup penanganan terhadap 213 pasien di Desa Torue dan 207 pasien di Desa Kamarora.
Baznas, kata dia, berkomitmen untuk menyalurkan bantuan logistik dan layanan kesehatan tersebut sampai kondisi sosial serta ekonomi masyarakat di wilayah terdampak kembali stabil.
“Tim kami tidak hanya berfokus pada pemenuhan logistik harian pengungsi, melainkan juga memastikan aspek kesehatan fisik dan pemulihan trauma psikologis anak-anak berjalan beriringan di lapangan,” ujar Idy.
Ia mengajak masyarakat menyalurkan sedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan Baznas demi membantu pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta pemulihan masyarakat terdampak.
Baca juga: Waspada, Badan Geologi petakan 4 wilayah Sulteng berpotensi likuefaksi
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































