Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan menilai kegiatan bazar yang digelar selama Ramadhan menjadi sarana promosi produk ekonomi lokal.
"Peserta bazar adalah anggota Jakpreneur yang merupakan bentuk fasilitasi promosi produk dan pembinaan Pemprov kepada para UKM binaan," kata Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan peserta bazar tersebut merupakan anggota Jakpreneur yang difasilitasi pemerintah daerah untuk mempromosikan produk sekaligus mendapatkan pembinaan usaha.
Dia juga menjelaskan harga produk yang dijual, seperti makanan maupun pakaian pada bazar tersebut bervariasi, tergantung jenis barang yang ditawarkan pedagang.
"Harga pastinya bervariatif, tergantung jenis produk, tapi kisaran Rp25.000 sampai Rp100.000," ujar Djaharuddin.
Menurut dia, bazar yang rutin digelar dan ramai pengunjung dapat memberikan sejumlah dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Djaharuddin pun menilai bazar merupakan wadah pemasaran langsung bagi pelaku usaha kecil sehingga produk mereka lebih mudah dikenal dan berpotensi meningkatkan penjualan.
Baca juga: BUMD pangan DKI sediakan sembako murah pada bazar Ramadhan
Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi karena dapat menarik pengunjung dari luar wilayah.
"Bazar, khususnya yang rutin dan ramai bisa punya beberapa dampak positif pada perekonomian lokal," tutur Djaharuddin.
Dia menambahkan bazar juga dapat mendorong kolaborasi yang menguntungkan antarkomunitas maupun pelaku usaha.
Meski demikian, pihaknya tidak dapat mengukur secara pasti peningkatan pendapatan yang diperoleh pedagang selama berlangsungnya bazar.
Namun, dia optimistis para pelaku usaha tetap memperoleh manfaat dari sisi promosi produk atau penguatan merek (branding).
"Ya, dari sisi promo produk (branding) mereka dapatkan," ungkap Djaharuddin.
Lebih lanjut, dia menyebutkan dalam satu kegiatan bazar, biasanya diikuti sekitar 30 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan berlangsung selama dua hari.
Selain melibatkan pelaku usaha Jakpreneur, bazar Ramadhan juga menggandeng pihak-pihak lainnya dalam rangka menghadirkan pasar pangan murah bagi masyarakat.
"Kebetulan, bazar selama Ramadhan kami menggandeng BUMD Food Station, Bulog dan mitra lain untuk melaksanakan pasar murah pangan," papar Djaharuddin.
Seperti diketahui, Sudin PPKUKM Jakarta Selatan menggelar kegiatan bazar sepanjang Februari-Maret 2026, atau tepatnya selama bulan suci Ramadhan.
Baca juga: DKI gelar Bazar Prime Ramadhan, sediakan 3.000 sembako murah
Baca juga: Pemkot Jaksel gandeng 30 UMKM dalam Bazar Ramadhan "Festival Bedug"
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































