Bapanas sebut cadangan kuat jaga ketahanan pangan dari krisis iklim

1 month ago 8

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa cadangan pangan merupakan soko guru bagi ketahanan pangan suatu wilayah dalam menghadapi ancaman iklim ekstrem.

"Cadangan pangan ini akan menjadi soko guru ketahanan pangan suatu wilayah yang akan mencerminkan cenderung lebih tahan atau rentan manakala terjadi gangguan produksi, banjir, atau gagal panen," kata Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas Sri Nuryanti dalam kegiatan Diseminasi Inovasi Pangan Tahan Iklim Ekstrem secara daring di Jakarta, Senin.

Selain masalah produksi, ia menjelaskan bahwa gangguan juga dapat terjadi pada rantai distribusi, seperti akses jalan atau jembatan yang terputus sehingga pasokan dari daerah sentra menuju pasar induk terhambat.

Oleh karena itu, Bapanas mendorong penguatan stok penyangga, baik berupa beras maupun komoditas pangan lokal lainnya sebagai langkah adaptasi yang mutlak dilakukan.

"Fungsi dari cadangan pangan itu adalah menjaga agar ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan ini dapat berkelanjutan dan juga stabil," ujarnya menjelaskan.

Sri menekankan, keberadaan cadangan pangan mencerminkan ketangguhan suatu wilayah atas semua potensi disrupsi, utamanya akibat ancaman perubahan iklim ekstrem yang sedang mendera Indonesia maupun secara global.

"Sehingga kalau kita mempunyai cadangan yang kuat, maka ketahanan pangan kita tidak akan mudah diganggu baik oleh gangguan produksi maupun gangguan distribusi," kata Sri Nuryanti.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjamin stok pangan berupa beras di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada tahun ini.

Mentan Amran mengatakan stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi paling aman sepanjang sejarah Republik Indonesia dengan cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.

"Stok kita, cadangan di gudang Bulog, di lapangan, itu cukup untuk 10 bulan ke depan. Jika dari Maret ini, maka hingga Desember cukup. Saya ulangi, stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan," ucap Mentan Amran.

Baca juga: Pemerintah perkuat cadangan pangan hadapi potensi "Godzilla El Nino"

Baca juga: Prabowo sebut cadangan beras RI 3 juta ton lebih, lampaui era Soeharto

Baca juga: Bapanas pastikan pasokan pangan terjaga pasca Lebaran 1447 H

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |