Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman menerima audiensi dan penyerahan dokumen persyaratan bakal calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII/2032 dari KONI Banten dan KONI Lampung.
Penyerahan langsung dokumen persyaratan dilakukan oleh Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid dan Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Selasa.
"Alhamdulillah kita bisa menerima audiensi KONI Lampung dan KONI Banten dalam rangka memenuhi persyaratan untuk bakal calon tuan rumah PON XXIII/2032," kata Marciano dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Tak ketinggalan, Marciano menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten dan Lampung atas dukungan dalam mempersiapkan diri.
"Sebanyak 16 persyaratan ini kami sudah siapkan dan satu persyaratan lagi masih dalam proses, Insya Allah hari ini akan diselesaikan," ujar Ketum KONI Lampung Taufik Hidayat.
Selanjutnya, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) akan menindaklanjuti seluruh persyaratan tersebut.
Baca juga: KONI dukung rancangan komprehensif Campus League bina atlet futsal
Waketum I KONI Pusat Suwarno mengungkap informasi tambahan terkait perubahan batas waktu pengumpulan dokumen persyaratan bakal calon tuan rumah PON XXIII/2032.
"Yang tadinya persyaratan akan ditutup 1 Mei, maka pendaftaran akan kami tutup 1 April karena Mei Rakernas KONI 2026," kata Suwarno.
Sehubungan dengan itu, Suwarno targetkan visitasi tuan rumah dapat dilakukan pada April 2026.
Visitasi tersebut dilakukan untuk memprioritaskan arena cabang olahraga Olimpiade dan tidak ada pembangunan arena baru dari APBN.
Rakernas KONI 2026 yang akan berlangsung pada Mei, diharapkan dapat dilanjutkan langsung dengan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub).
Baca juga: Equestrian di PON 2028 kemungkinan dilangsungkan di Jakarta
Baca juga: KONI dukung Kejuaraan Dunia Underwater Photo and Video pacu pariwisata
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































