Banjir masih rendam permukiman di Pulo Indah Duri Kosambi Jakbar

14 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Banjir setinggi 60 sentimeter (cm) masih merendam permukiman warga di kawasan Jalan Pulo Indah Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat hingga Senin pagi.

Salah satu warga, Zami (20) menyebut banjir mulai merendam rumah warga sejak Sabtu (7/3) malam. "Mulai dari Malam minggu udah mulai banjir jalanan, mau tengah malam sampai pas mau sahur itu naik terus," ujar Zami di lokasi, Senin.

Di lokasi, akses jalan utama di permukiman itu masih lumpuh sepanjang kurang lebih satu kilometer (km), sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan.

Rumah-rumah warga pun terendam dengan ketinggian bervariasi mulai dari 60 hingga 80 sentimeter (cm). Mayoritas warga yang memiliki rumah dua lantai memilih untuk bertahan di rumahnya masing-masing.

Sementara, beberapa warga yang rumahnya terendam, terutama keluarga yang memiliki bayi dan ibu hamil telah dievakuasi menggunakan perahu karet.

Di ujung area permukiman, jalanan umum berubah menjadi tempat parkir kendaraan roda dua maupun roda empat milik warga yang rumahnya terendam banjir.

Kendaraan itu diamankan ke tempat yang lebih tinggi dan kering agar terhindar dari kerusakan akibat banjir.

Baca juga: Banjir di Jakarta masih rendam 16 RT dan dua jalan hingga Senin pagi

Menurutnya, meski hujan telah berhenti sejak Minggu (8/3) pagi, tetapi luapan air kali dan bendungan di sekitar area permukiman membuat banjir terus meninggi.

Warga pun sempat merasa was-was saat hujan deras sempat kembali mengguyur pada Minggu (8/3) malam. "Biasanya kalau cuma karena hujan doang cepat surutnya, ini sampai sekarang masih tinggi soalnya banjir kiriman," ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir yang cukup parah ini adalah kejadian kedua di sepanjang tahun 2026. Banjir pertama sempat merendam permukiman Pulo Indah Raya pada akhir Januari lalu dengan ketinggian mencapai satu meter.

Ia pun mengeluhkan berulangnya banjir karena menguras tenaga untuk membersihkan rumah dan perabotan yang terkena lumpur banjir.

"Capek sih, lebih ke bikin capek karena harus bersih-bersihnya. Udah berkali-kali banjir begini terus," kata Zami.

Ia mengaku dalam beberapa tahun terakhir rumahnya sempat bebas dari banjir yang hingga masuk ke dalam rumah. Namun, sejak awal tahun 2026 banjir kembali merendam permukiman warga apabila hujan dengan intensitas tinggi.

Warga pun berharap agar pemerintah dapat segera membereskan permasalahan banjir dapat segera selesai.

Baca juga: Tiga rute Transjakarta dialihkan akibat banjir pada Senin pagi

Baca juga: Pemkot Jakbar tangani sumbatan pada drainase di Kalideres

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |