Banjir di perumahan elit di Jakbar, ini tanggapan Sudin SDA

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat (Jakbar) mengatakan banjir berlumpur di kawasan Pulau Tondan, Perumahan Taman Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, diakibatkan tinggi muka air (TMA) Kali Angke yang mencapai 400 sentimeter (cm) dari titik nol pengukur.

Menurut Kepala Sudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari, TMA itu merupakan yang tertinggi di wilayah Jakarta Barat.

"Kemarin, Minggu (8/3), Kali Angke itu amat sangat tinggi, muka airnya sampai 400. Itu yang paling tinggi lah. Ya, mau enggak mau, dia meluap," ujar Purwanti saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Meluapnya Kali Angke pun membuat banjir menggenangi area elit Perumahan Taman Permata Buana.

Namun karena adanya pembangunan tanggul di kawasan perumahan itu, lumpur galian pun ikut meluber ke jalanan perumahan setempat bersama banjir.

"Sekarang kan masih sedang proses pembangunan sheetpile, turap gitu kan, supaya Kali Angke itu tertanggul gitu," kata Purwanti terkait proyek tanggul tersebut.

Dia mengatakan penanganan banjir di lokasi tersebut tidak dapat dilakukan saat ketinggian kali melewati bibir tanggul.

"Nah, kalau sudah meluap, itu untuk penanganannya kita harus nunggu kali itu surut dulu sedikit, baru bisa kita operasiin pompa. Gitu kemarin kejadiannya," tutur Purwanti.

Di sisi lain, dia menjelaskan pembangunan turap sepanjang lebih dari 1.000 meter di sepanjang sisi Kali Angke tersebut merupakan proyek multiyears atau tahun jamak.

"Dari 2025 sampai 2027. Harapannya, itu (tanggul) bisa membantu pencegahan banjir di wilayah sekitar," ungkap Purwanti.

Baca juga: Wali Kota Jakbar pastikan banjir surut total

Sebelumnya, lumpur sisa banjir masih menutupi badan jalan di kawasan Pulau Tondan, Perumahan Taman Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, hingga Senin (9/3) sore.

Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 16.30 WIB, sejumlah orang nampak membersihkan lumpur di kawasan perumahan elit tersebut. Beberapa mobil tanki air pun diterjunkan untuk menghalau lumpur dari badan jalan.

Sementara di tepi kali, lumpur membentuk semacam rawa tepatnya di luar barisan turap yang baru dipasang.

Tanggul yang belum selesai dibangun itu terlampau pendek saat volume air kali bertambah kian tinggi saat hujan melanda sejak Sabtu (7/3) malam.

Petugas keamanan perumahan, Supriadi mengatakan saat kejadian, tinggi air kali melebihi tanggul yang baru tertanam, sehingga air berserta lumpur meluap ke jalanan area perumahan.

Dia menyebutkan sebelum proyek pembangunan tanggul itu berlangsung, perumahan tersebut tidak pernah dilanda banjir.

"Kejadian banjir di sini malam Minggu. Air sungai saat itu tinggi sehingga melewati tanggul dan masuk ke perumahan warga," kata Supriadi saat ditemui di lokasi, Senin (9/3) sore.

Baca juga: Baznas RI evakuasi warga terdampak banjir di Kembangan Jakarta Barat

Dia pun menegaskan tanggul di lokasi proyek milk Sudin SDA Jakarta Barat itu tidak jebol, melainkan hanya terjadi kebocoran karena proyek pembangunan turap atau tanggul itu belum selesai.

"Kalau jebol berarti turapnya roboh, tapi ini tidak. Hanya airnya terlalu tinggi sehingga melewati tanggul. Apalagi tanggulnya masih dalam proses pembangunan," papar Supriyadi.

Dia mengatakan banjir melanda dua RW, yakni RW 11 dan RW 9 di Perumahan Taman Permata Buana.

Ketinggian air saat itu diperkirakan mencapai sekitar 50 hingga 60 sentimeter.

Kendati demikian, dia memastikan air tidak sampai masuk ke dalam rumah warga.

"Airnya hanya sampai di pelataran atau halaman rumah, tidak sampai masuk ke dalam rumah," jelas Supriyadi.

Baca juga: Lumpur sisa banjir masih tutupi badan jalan di area Pulau Todan Jakbar

Baca juga: Banjir masih rendam permukiman di Pulo Indah Duri Kosambi Jakbar

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |