Banjarnegara (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menangani kejadian tanah longsor dan banjir yang dipicu hujan berintensitas tinggi dan cuaca ekstrem di wilayah atas daerah itu pada Rabu (14/1) malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara Raib Syekhudin di Banjarnegara, Kamis, mengatakan tanah longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Melikan, RT 03 RW 01 dan RT 03 RW 02, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak pukul 16.00 WIB.
"Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan talut jalan dan tebing di sekitar permukiman warga runtuh, sehingga material longsor menimpa rumah warga," katanya.
Menurut dia, kejadian tersebut mengakibatkan sebanyak 48 Kepala Keluarga (KK) dengan total 165 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah saudara terdekat untuk menghindari potensi longsor susulan.
Baca juga: BPBD: Pengungsi longsor Pandanarum butuh tambahan logistik
Pada awal kejadian, kata dia, warga mengungsi atas inisiatif sendiri dengan arahan dari pemerintah desa dan kecamatan karena khawatir rekahan pada tebing di sekitar lokasi.
Namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, lanjut dia, BPBD memastikan longsor berasal dari talut jalan yang kondisinya sudah miring dan kemudian roboh akibat tekanan air hujan.
"Setelah dicek hari ini (15/1) ternyata bukan tebing alami yang retak, melainkan talut jalan yang runtuh. Untuk warga lainnya masih menunggu hasil kajian, apakah sudah bisa kembali ke rumah masing-masing," katanya.
Pihaknya mencatat longsor tersebut mengakibatkan tiga rumah mengalami rusak berat, masing-masing milik Miarjo, Tanto, dan Prayit. Selain itu, kata dia, rumah milik Hairudin dan Toharjo juga mengalami kerusakan ringan akibat terkena material longsoran.
Baca juga: BPBD Banjarnegara: 27 warga dalam pencarian pascalongsor Pandanarum
Material longsor juga menimbun satu sepeda motor, merusak jalan usaha tani, serta menyebabkan seorang anak berusia 10 tahun bernama Vida mengalami luka ringan dan trauma.
"Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini dilaporkan dalam kondisi aman," katanya.
Selain longsor, kata dia, hujan deras juga menyebabkan Sungai Sak-Sak di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, meluap dan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air berkisar 50 centimeter 100 centimeter.
Menurut dia, banjir tersebut berdampak pada sembilan rumah warga, masing-masing milik Robi, Tarsono, Tunut, Hadin, Johan, Noto, Naryo, Purnomo, dan Badar.
Baca juga: Tanggul irigasi jebol, 1.500 ha sawah Banjarnegara terancam krisis air
Ia mengatakan sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya memilih bertahan di lantai dua rumah atau belum bersedia dievakuasi.
"Hingga dini hari tadi, air telah surut dan warga kembali ke rumah masing-masing pada Kamis (15/1) pagi," katanya.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Kami harapkan warga segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, maupun kenaikan debit air sungai secara cepat," kata Raib Syekhudin.
Baca juga: BPBD: Waspada banjir dan longsor di Banjarnegara seiring musim hujan
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































