Australia majukan Traktat Jakarta, perkuat kerja sama pertahanan

1 day ago 4

Jakarta (ANTARA) - Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyoroti upaya negaranya untuk memajukan implementasi Traktat Jakarta yang ditandatangani pada Februari 2026 lalu, guna memperkuat kerja sama di bidang pertahanan.

"Secara khusus, terkait Traktat Jakarta, sebagian besar substansinya terletak pada bidang pertahanan. Dan kami benar-benar berupaya memajukan hal itu sejak awal berlakunya Perjanjian tersebut melalui kunjungan hari ini," kata Marles dalam acara jumpa pers di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis.

Marles mengatakan bahwa Indonesia dan Australia telah berada di titik tertinggi dalam hubungan bilateral kedua negara.

Bagi Australia, mereka memahami bahwa keamanan nasionalnya terletak pada keamanan kolektif kawasan ASEAN, Asia Tenggara, di mana Indonesia berada di jantung kawasan tersebut.

Sementara itu, Australia, menurut dia, juga telah memberikan nilai-nilai strategis bagi Indonesia karena kedua negara sama-sama memahami kepentingan nasional masing-masing.

Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, keduanya membahas sejumlah rincian spesifik terkait pengumuman pertahanan, termasuk upaya mengimplementasikan Traktat Jakarta yang ditandatangani pada Februari 2026.

Terkait hal itu, Marles mengatakan akan ada perwakilan TNI yang secara institusional akan ditempatkan pada tingkat kolonel sebagai wakil komandan salah satu brigade di pangkalan militer utama Australia di Darwin, mulai awal tahun depan.

Perwira tersebut adalah perwira TNI dan perwira tersebut akan berada di bawah komando TNI.

Namun dalam tugas sehari-hari, perwira tersebut akan terlibat sebagai wakil komandan Brigade ke-1, salah satu dari tiga brigade infanteri di Australia, brigade yang berbasis paling utara di Darwin, sekaligus brigade yang paling banyak berinteraksi dengan rotasi marinir AS yang berlangsung di Darwin.

"Ini merupakan langkah maju yang sangat signifikan dalam hal hubungan kelembagaan antara kedua angkatan pertahanan kita. Tetapi, di tingkat tertinggi, ini adalah posisi terintegrasi yang menambah peluang bagi mereka di TNI untuk terlibat dalam kerja Angkatan Pertahanan Australia," kata Marles.

Pada akhir tahun ini, kata dia lebih lanjut, Australia juga akan mengirim tim survei militer ke Pulau Morotai untuk meninjau potensi pembangunan infrastruktur berupa fasilitas pelatihan.

Selain memberikan kesempatan bagi TNI untuk berlatih, Marles juga berharap tentara Australia dapat ikut berlatih di sana di masa depan.

Marles menilai hal itu sebagai inisiatif penting, dan berharap melalui pengerahan tim survei militer ke Morotai, Maluku Utara, akhir tahun ini, Australia dapat memulai pekerjaannya pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Selanjutnya, terkait Forum Pemimpin Muda yang akan berlangsung pada Oktober tahun ini, dia mengatakan durasi forum tersebut akan diperpanjang menjadi dua kali lipat.

"Selain komponen di Australia, yang selalu ada, kini kami juga akan memiliki komponen di Indonesia," katanya.

"Hal ini akan memberikan kesempatan bagi perwira junior di tingkat kapten dan letnan untuk membangun hubungan dengan rekan-rekan mereka di Indonesia dan Australia," katanya.

Semuanya itu, kata Marles, merupakan inisiatif sangat signifikan yang diharapkan dapat memajukan hubungan pertahanan, terutama di tahun di mana sejumlah latihan pertahanan akan diadakan antara Indonesia dan Australia.

Pada akhir bulan ini, kapal fregat Indonesia akan berpartisipasi dalam Latihan Kakadu, yang merupakan salah satu latihan maritim utama Australia.

Pada Juli, Australia akan memiliki kontingen Indonesia dari Angkatan Udara Indonesia yang berpartisipasi dalam Latihan Pitch Black, yang merupakan latihan udara utama Australia yang mereka lakukan setiap dua tahun sekali.

Pada Oktober, Australia akan mengadakan latihan militer Chriswamara, sebuah latihan militer antara Australia dan Indonesia, yang telah melibatkan lebih dari 2.000 personel, dan yang akan berlangsung di Indonesia.

Selanjutnya pada Desember, kedua negara juga akan mengadakan pertemuan trilateral menteri pertahanan tahunan kedua antara menteri pertahanan Australia, Indonesia, dan Papua Nugini.

"Pertemuan itu terjadi untuk pertama kalinya pada Desember lalu dan merupakan bagian arsitektur yang sangat penting untuk membangun stabilitas dan kepercayaan di wilayah sekitar," kata Marles.

Pada Desember, Australia juga akan mengadakan Pertemuan Trilateral Menteri Pertahanan Tahunan kedua antara Menteri Pertahanan Australia, Indonesia, dan Papua Nugini.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |