Jakarta (ANTARA) - Sejumlah asosiasi dalam industri pariwisata menilai adanya kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke dalam negeri.
"Kami melihat itu menjadi salah satu kebijakan yang efektif ya, sebenarnya untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sudah pasti karena semakin mudah untuk diakses satu negara," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Yusran menilai kebijakan tersebut akan semakin memudahkan wisatawan untuk berkunjung karena biaya untuk berwisata lintas negara semakin berkurang. Terlebih dengan adanya isu kenaikan harga avtur yang kini sedang santer dibicarakan.
Kebijakan itu juga disebutnya dapat dijadikan sebagai "pemanis" bagi wisatawan asing, sehingga Indonesia dapat menaikkan eksistensinya di kancah global sebagai destinasi untuk dikunjungi.
Baca juga: Kemenpar-Kemenimipas kolaborasi hadapi tantangan keimigrasian
Baca juga: Indonesia kaji kebijakan bebas visa kunjungan bagi Kazakhstan
Kunjungan wisatawan mancanegara yang meningkat diharapkan juga dapat mendongkrak pemasukan daerah secara lebih merata.
"Itu pasti akan mendorong peningkatan nilai tiket, bukan hanya domestik tapi juga penerbangan internasional naik banget dimana-mana. Inilah bagaimana kita bisa mendorong tadi nilai rupiah kita tertekan ini," katanya.
Hal yang sama turut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Pauline Suharno saat dihubungi ANTARA secara terpisah.
Pauline menilai kebijakan itu dapat menggaet lebih banyak wisatawan asing berkualitas, terutama dari negara yang dijadikan sebagai pasar utama pariwisata.
"Bebas visa kunjungan diharapkan bisa dibuka untuk semakin banyak warga negara terutama pasar utama kita dan yang sudah bagus track record-nya tidak terlalu lama tinggal dan lain-lain sehingga kita bisa semakin bersaing dengan negara tetangga," ujar Pauline.
Dalam hal ini, pemerintah menurutnya dapat belajar dari Thailand dan Malaysia yang mengalami lonjakan kunjungan semenjak mereka memberlakukan bebas visa untuk warga negara asal Eropa dan China.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pemerintah sedang mematangkan aturan untuk mengerucutkan kebijakan Bebas Visa Kunjungan dengan menggunakan formula "8+1" untuk sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru, Belarusia, Kazakhstan dan Makau.
Hal yang sama juga mencakup pemegang status permanent resident (izin tinggal tetap) asal Singapura. Dia menyebut Beberapa negara seperti Belarusia, Kazakhstan, dan Makau sebelumnya sudah masuk dalam radar inisiatif awal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Widiyanti menyatakan kebijakan tersebut diambil sebagai langkah strategis dalam menjaga arus kunjungan wisatawan mancanegara saat adanya gangguan konektivitas penerbangan global di kawasan Timur Tengah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta orang. Angka tersebut meningkat 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga tercermin pada capaian kumulatif sepanjang Januari-April 2026. Selama empat bulan pertama tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 4,68 juta kunjungan atau naik 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan kewarganegaraan yang tercermin dari paspor yang digunakan, wisatawan asal Malaysia menjadi penyumbang kunjungan terbesar ke Indonesia pada April 2026 yang mencapai 207,96 ribu atau setara 16,65 persen dari total kunjungan wisman.
Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Australia dengan 157,96 ribu kunjungan atau 12,65 persen dari total wisman, disusul wisatawan asal China sebanyak 133,99 ribu kunjungan atau berkontribusi 10,73 persen.
Baca juga: Ditjen Imigrasi evaluasi fasilitas bebas visa kunjungan
Baca juga: Seskab: Presiden Prabowo, Presiden Putin jajaki kebijakan bebas visa
Baca juga: Wamenpar: Bebas visa bagi Afsel langkah tingkatkan kunjungan wisatawan
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































