AS tak akan hambat akses kapal selain ke Iran

2 weeks ago 13

Tokyo (ANTARA) - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan blokade di Selat Hormuz akan dikecualikan terhadap kapal yang melintas baik menuju maupun dari pelabuhan-pelabuhan negara selain Iran.

Pihak militer AS pada Minggu (12/4) menyatakan akan mulai memblokade seluruh pelabuhan di Iran setelah maraton perundingan perdamaian antara Washington dengan Teheran gagal mencapai kesepakatan.

Pernyataan itu disampaikan CENTCOM beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa angkatan laut negaranya telah memulai proses penutupan Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, blokade tersebut akan menghalangi seluruh kapal untuk masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan dan wilayah pesisir Iran mulai Senin pukul 10.00 waktu Washington.

Baca juga: Harga minyak melonjak 8 persen imbas Trump ancam blokade Selat Hormuz

Sementara itu, frustrasi karena kegagalan negosiasi tingkat tinggi di Pakistan selama akhir pekan, Trump mengecam Iran di media sosial dengan mengatakan bahwa Iran tidak mau meninggalkan ambisi nuklir dan dengan sengaja menolak membuka kembali jalur pelayaran utama dunia.

Di sela-sela perundingan di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4), Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa pihaknya membawa proposal sederhana yang disebut sebagai tawaran terakhir dan terbaik bagi Iran. Vance menyampaikan hal itu dalam konferensi pers singkat di Islamabad usai hampir 21 jam perundingan, tanpa merinci isi proposal tersebut.

Pekan lalu, Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dalam perang mereka yang telah berlangsung lebih dari sebulan. Keduanya tidak dapat mempersempit perbedaan pandangan mereka mengenai pembukaan kembali jalur air Selat Hormuz dan poin-poin penting lainnya yang masih menjadi kendala.

Baca juga: AS blokade akses maritim Iran mulai hari ini

Penghentian hampir total pengiriman di Selat Hormuz, sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari lalu, telah mengacaukan pasar global dan mengganggu rantai pasokan.

Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati koridor maritim ini pada waktu normal dan vital untuk transportasi gas alam cair, pupuk, dan sumber daya lainnya.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Trump: Blokade di Selat Hormuz akan segera dimulai

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |