Washington (ANTARA) - Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (10/3) mengatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan yang melibatkan drone dan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua pesawat tak berawak (UAV) yang menuju ladang minyak Shaybah di bagian tenggara negara itu berhasil ditembak jatuh dan dihancurkan.
Dalam unggahan terpisah di platform media sosial X, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan enam rudal balistik yang diluncurkan ke arah Pangkalan Udara Pangeran Sultan berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara.
Satu rudal lainnya dicegat di bagian timur negara tersebut, tulis pernyataan itu. Pertahanan udara juga menghancurkan dua drone di provinsi timur Hafar al-Batin.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan sistem pertahanan udaranya merespons rudal yang masuk dan menegaskan kesiapan penuh negara itu untuk menghadapi semua ancaman guna melindungi wilayahnya serta menjamin keselamatan warga negara dan penduduk.
Sejak dimulainya serangan Iran terhadap negara tersebut, pihak berwenang mengatakan mereka telah mendeteksi 1.475 drone, menghancurkan 1.385 di antaranya, dan 90 lainnya jatuh di dalam wilayah UEA.
Sedangkan Kementerian Dalam Negeri Bahrain melalui pernyataannya mengatakan bahwa sirene diaktifkan akibat serangan tersebut, dan mendesak warga untuk tetap tenang serta menuju lokasi aman terdekat.
Eskalasi di kawasan itu semakin meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.200 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan aset militer Amerika Serikat di seluruh wilayah tersebut serta beberapa kota di Israel sebagai bentuk pertahanan diri.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Korut umumkan dukungan terhadap pemimpin tertinggi baru Iran
Baca juga: Iran kecam rancangan resolusi DK PBB yang bela AS, Israel
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































