Apindo: Arah kebijakan moneter penting dalam transisi kepemimpinan BI

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kepastian arah kebijakan moneter nasional sangat penting bagi dunia usaha dan industri seiring transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI), menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI, awal pekan ini.

“Yang menjadi perhatian kami adalah kepastian arah kebijakan moneter ini sangat penting untuk kita bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada, apalagi dengan adanya ketidakpastian global dengan dinamika-dinamika perdagangan,” kata Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, Shinta mengatakan Apindo menghormati keputusan Perry yang mundur dari jabatannya dan mengapresiasi sepak terjangnya di sektor moneter dan keuangan nasional.

Selain itu, Shinta juga mengingatkan agar transisi kepemimpinan, yang kini diemban oleh Destry Damayanti sebagai pejabat sementara Gubernur BI, dapat menjaga kepercayaan pasar dan kesinambungan kebijakan moneter.

“Yang penting ini kan sekarang, yang namanya wait and see ini karena perlu kepastian. Tentunya kalau sementara, interim, Bu Destry, kita sudah tahu kinerjanya dan ini pasti melanjutkan apa yang sudah dilakukan saat ini. Jadi kita tidak perlu khawatir. Namun, dengan kondisi yang ada, tentunya perlu kepastian yang lebih cepat,” ujar dia.

Shinta menilai kepastian arah kebijakan moneter penting agar berbagai tantangan geoekonomi saat ini dapat dihadapi dengan pendekatan dan strategi yang tepat.

“Tentunya selama ini yang jadi kunci selalu volatilitas dan nilai rupiahnya, inflasinya, ini semua kan sangat berperan. Jadi mungkin ini menjadi satu hal yang sangat penting, bahwa pelaku industri yang kaitan dan hubungannya langsung dengan hal tersebut,” kata Shinta.

“Tapi mungkin pelaku pasar akan melihat, melakukan reassessment untuk melihat nantinya seperti apa. Jadi transisi kepemimpinannya bakal seperti apa, mungkin ini yang menjadi catatan,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Prasetyo dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Bank Indonesia, Jakarta, Senin, mengatakan surat pengunduran diri Perry telah diterima pemerintah secara resmi pada Minggu (26/7).

Baca juga: BEI pastikan stabilitas pasar saham di tengah transisi kepemimpinan BI

Baca juga: BI perluas QRIS Cross Border perkuat ekosistem pembayaran digital

Baca juga: Kredibilitas bank sentral di masa transisi kepemimpinan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |