Medan (ANTARA) - Komite Operator Penerbangan (AOC) Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, menyambut baik rencana PT Pertamina Patra Niaga akan memberikan harga khusus avtur momen perayaan Idul Fitri 1446 H.
"Jika memang betul demikian (harga khusus avtur Idul Fitri, red) bagus ini," ucap Ketua AOC Bandara Internasional Kualanamu Rahmat Iskandar di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat.
Menurutnya, kebijakan PT Pertamina Patra Niaga yang memberikan potongan harga avtur atau bahan bakar pesawat tentu akan berdampak positif bagi maskapai di saat masa peak season.
"Kami sebagai operator penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu menyambut baik, dan sepenuhnya mendukung kebijakan yang pro rakyat ini," tegas Rahmat.
Pihaknya mengatakan, adanya potongan harga avtur itu diharapkan bisa mengurangi biaya perjalanan transportasi udara selama masa peak season di Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Sebab secara umum bagi penumpang pesawat udara, khususnya umat Muslim di Tanah Air ingin merayakan lebaran berkumpul bersama keluarga mereka di kampung halaman.
Data PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandar Udara Internasional Kualanamu menyebut, bahwa penumpang periode angkutan Lebaran 2024 menembus angka 367.939 orang dengan 2.553 penerbangan.
"Tapi hingga kini, kita di bandar udara belum dapat informasi dari Pertamina Patra Niaga atas harga khusus avtur itu," jelas Rahmat.
PT Pertamina Patra Niaga akan memberikan harga khusus untuk bahan bakar pesawat udara, yakni avtur pada periode 17 Maret–13 April 2025 dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
“Untuk periode Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina akan melakukan kerja sama dan memberikan harga khusus avtur untuk periode tersebut di 34 bandara,” ucap Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI di Komplek Senayan Jakarta, Kamis (20/2).
Pemberian harga khusus untuk produk avtur di 34 bandara tersebut diharapkan dapat berpengaruh pada harga tiket pesawat.
Riva berharap pemberian harga khusus tersebut dapat berdampak positif kepada masyarakat yang akan mengunjungi kampung halamannya.
Ke-34 bandar udara tersebut di antaranya Denpasar, Surabaya, Medan, Silangit, Lombok, Labuan Bajo, Manado, Yogyakarta Kulon Progo, Pontianak, Ambon, Makassar, Balikpapan, Kupang, Sorong, Timika, Jayapura, Maumere, Nabire dan Biak.
"Di mana 34 bandara ini adalah bandara-bandara yang memang kami rasa peningkatan penumpangnya itu akan cukup tinggi,” kata Riva.
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025