ANTAM catat laba bersih Rp3,66 triliun di kuartal I 2026

17 hours ago 2
capaian ini diraih di tengah tantangan global, termasuk fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia

Jakarta (ANTARA) - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) melanjutkan tren pertumbuhan kinerjanya pada kuartal pertama tahun 2026 dengan mencatat laba bersih sebesar Rp3,66 triliun.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, menyampaikan capaian ini diraih di tengah tantangan global, termasuk fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Menurutnya, kinerja keuangan ANTAM didorong oleh fundamental operasional yang semakin kuat, tercermin dari kinerja segmen nikel yang optimal, penguatan sourcing emas untuk menjaga kesinambungan pasokan, serta mulai beroperasinya pabrik smelter grade alumina (SGA) yang memperkuat pertumbuhan segmen bauksit dan alumina.

Pada 1Q26, persero mencatatkan pertumbuhan profitabilitas dengan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun, meningkat 58 persen dibandingkan 1Q25 sebesar Rp2,32 triliun.

Sejalan dengan peningkatan tersebut, ANTAM juga membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 55 persen, dengan capaian Rp5,05 triliun, dibandingkan Rp3,26 triliun pada 1Q25.

Menurut dia, capaian kinerja keuangan yang positif tersebut turut didukung oleh konsistensi perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif, serta pengendalian biaya yang efektif dan disiplin di seluruh lini operasional.

Pertumbuhan profitabilitas perusahaan pada 1Q26 tercermin dari laba kotor sebesar Rp5,62 triliun, meningkat 54 persen dibandingkan 1Q25 sebesar Rp3,64 triliun.

Laba usaha pada 1Q26 mencapai Rp4,50 triliun, tumbuh 67 persen dari Rp2,69 triliun pada 1Q25, sementara penghasilan lain-lain meningkat 15 persen menjadi Rp279,60 miliar.

Peningkatan ini mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar menjadi Rp141,77, atau naik 60 persen dibanding Rp88,69 pada 1Q25.

Selain itu, total aset ANTAM tercatat sebesar Rp63,30 triliun pada 1Q26, meningkat 31 persen dari Rp48,30 triliun pada 1Q25. Nilai ekuitas meningkat 17 persen menjadi Rp40,41 triliun, sementara posisi kas dan setara kas naik 31 persen menjadi Rp9,04 triliun.

Lebih lanjut, pada 1Q26, penjualan bersih mencapai Rp29,32 triliun, tumbuh 12 persen dibanding Rp26,15 triliun pada 1Q25, dengan kontribusi domestik sebesar 97 persen.

“Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham,” katanya.

Untuk segmen emas berkontribusi 81 persen terhadap total penjualan, dengan penjualan Rp23,89 triliun atau meningkat 11 persen dari Rp21,61 triliun pada 1Q25. Volume penjualan emas tercatat 8.464 kg.

Untuk menjamin keberlanjutan pasokan, ANTAM juga menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026.

Segmen nikel berkontribusi 15 persen atau Rp4,47 triliun terhadap total penjualan, meningkat 19 persen dari Rp3,77 triliun pada 1Q25.

Produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wmt dengan penjualan 3,40 juta wmt, seluruhnya diserap domestik. Produksi feronikel tercatat 3.976 TNi, dengan volume penjualan 2.803 TNi, seluruhnya untuk ekspor.

Segmen bauksit dan alumina berkontribusi 3 persen terhadap total penjualan dengan nilai Rp879,14 miliar, meningkat 24 persen dari Rp708,75 miliar pada 1Q25. Produksi bauksit mencapai 628.785 wmt dan alumina 49.566 ton, dengan volume penjualan masing-masing 593.476 wmt dan 49.072 ton.

Baca juga: Antam catat kinerja solid dan perkuat hilirisasi di 2025

Baca juga: Komisi VI minta BUMN tambang libatkan koperasi atasi penambangan liar

Baca juga: Antam minta penyetaraan tarif PPh 22 pembelian emas oleh BUMN

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |