Jakarta (ANTARA) - Penyanyi dan figur publik Alika Islamadina menceritakan saat pengalamannya menjadi caregiver (perawat) bagi ibunya yang mengalami kanker, sebuah pengalaman yang membuat dia menyadari pentingnya menjalani pola hidup lebih sehat setelah melihat kanker yang menurun di keluarga.
"Aku benar-benar memulai, ya, sedini mungkinlah dengan gaya hidup yang sehat ini. Mengurangi beberapa makanan, khusus untuk anakku dan untukku juga memperbaiki (kebiasaan). Gimana caranya biar terjaga pola hidup, terus olahraga, makan-makanan yang lebih sehat," kata Alika dalam acara pembukaan pameran Understanding Cancer Through Art di Jakarta, Rabu.
Alika Islamadina menjadi caregiver bagi ibunya yang menderita kanker ginjal pada 2013-2014, ketika itu dia masih duduk di bangku kuliah. Saat itu, hal pertama yang dipikirkan adalah bagaimana menjadi penyemangat dan pengasuh yang baik saat sang ibu menjalani pengobatan, dan meregulasi emosinya ketika mendengar diagnosa tersebut.
Baca juga: Intervensi kanker diperlukan agar tak sebabkan beban kesehatan-ekonomi
Ketika mendengar kanker, Alika mengaku sempat terlintas dia akan kehilangan ibunya. Tapi, dia berusaha mengesampingkan pikirannya itu agar bisa fokus membantu ibunya menjalani operasi dan memberikan semangat agar sang ibu sembuh.
Saat itu, sang ibu didiagnosis cukup awal sehingga dia bisa mendapatkan perawatan lebih cepat dan pada akhirnya sembuh.
Alika melihat perawatan bagi pasien kanker adalah sebuah perjalanan yang panjang sehingga dia sebisa mungkin memberikan dukungan apapun bagi sang ibu. Dia juga menyadari ada keturunan penyakit kanker setelah sang nenek, yang pernah mengalaminya tahun 1990an, kembali dihinggapi kanker sekitar 2019.
Oleh karena itu, dia berusaha menjaga gaya hidupnya apalagi kini Alika Islamadina sudah memiliki anak.
Dari pengalamannya merawat sang ibu, Alika menyadari pentingnya untuk mendiagnosa diri sedini mungkin jika memiliki riwayat keluarga mengidap kanker.
Deteksi dini bisa dilakukan dengan rutin memeriksakan kesehatan dan jika mengetahui ada masalah langsung segera mencari tata cara pengobatan yang tepat agar penyakit tidak berlanjut menjadi parah.
Baca juga: Paparan polusi udara semasa anak bisa pengaruhi kesehatan saat dewasa
Baca juga: Studi: Sel kanker dapat rusak DNA sendiri, berpotensi jadi cara terapi
Baca juga: Peneliti peringatkan risiko kanker dari pengobatan perlemakan hati
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































