AKSI Digital lengkapi upaya PP Tunas proteksi anak di ruang digital 

2 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - Google dan YouTube melanjutkan inisiatif bernama AKSI Digital untuk melindungi anak-anak di ruang digital sejalan implementasi PP Tunas dengan merilis Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja (Digital Well-being Guidebook) yang ditujukan sebagai panduan bagi keluarga dan komunitas sekolah.

Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja ini merupakan hasil kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) bersama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Universitas Indonesia, serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

"Hari ini kita akan meluncurkan digital well-being guidebook sebagai sebuah panduan yang dirancang untuk membantu orang tua dan guru mendampingi anak-anak di era digital. Dengan buku ini nanti semoga ibu-ibu dan orang tua bisa lebih PD untuk berhadapan dengan pertanyaan anak-anak yang kini tumbuh semakin kritis," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam peluncuran buku tersebut di Jakarta,Senin.

Baca juga: Kemkomdigi sebut 19 PSE serahkan penilaian mandiri patuhi PP Tunas

Meutya mengatakan kolaborasi dengan Google ini menjadi bukti komitmen dari platform digital untuk menumbuhkan literasi digital bagi para orang tua sehingga dapat memandu anaknya saat berselancar di ruang digital yang begitu luas.

Selain peluncuran buku, lewat AKSI Digital para orang tua dan komunitas yang hadir turut mendapatkan literasi digital dari ICT Watch. Selain itu mereka juga diajak untuk mengenal berbagai alat bantu praktis mendampingi anak-anak remajanya saat mengakses YouTube seperti pengatur durasi menonton Shorts dan pengingat Waktu Tidur (Bedtime Reminders).

Dalam kolaborasi yang lebih luas, peluncuran buku tersebut tidak hanya berhenti dalam satu kegiatan saja tapi juga diintegrasikan dengan program peningkatan kompetensi resmi melalui BPSDM (Badan Pengembangan SDM) Kementerian Komdigi dan DPAPP (Dinas Pemberdayaan Anak, dan Pengendalian Penduduk) DKI Jakarta.

Adapun pelatihan itu menyasar sebanyak 2.500 guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai garda terdepan di ekosistem sekolah untuk bisa membina remaja-remaja menjadi bijak berkegiatan di ruang digital.

"Dengan bekerja bahu-membahu melalui inisiatif seperti AKSI Digital, kita dapat memastikan generasi mendatang memiliki pengetahuan dan ketangguhan yang mereka butuhkan untuk berkembang di era digital," ujar Director of Government Affairs and Public Policy YouTube APAC Celeste Campbell-Pitt.

Baca juga: Kemkomdigi memperkuat kolaborasi untuk mempercepat adopsi AI

Baca juga: Kemkomdigi jamin keamanan data registrasi biometrik nomor HP baru

Baca juga: Menkomdigi: 4K perlu dikenali orang tua lindungi anak di ruang digital

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |