Jakarta (ANTARA) - Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (AISMOLI), Budi Setiyadi mengatakan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif resiprokal ke 185 negara, termasuk Indonesia berpotensi mengganggu industri nasional termasuk otomotif di segmen EV.
Menurut dia, meski Indonesia bukan merupakan negara pengekspor sepeda motor listrik atau komponen pendukung ke negara tersebut, namun tidak bisa dipungkiri akan adanya dampak yang bakal dirasakan secara tidak langsung bagi Indonesia.
“Secara makro akan berisiko terhadap inflasi dan penurunan daya beli masyarakat. Selain itu, negara-negara lain yang mengalami kondisi serupa, seperti China, akan mencari pasar alternatif selain Amerika Serikat,” kata Budi Setiyadi melalui keterangan resminya, Sabtu.
Untuk bisa mengendalikan ini semu, peran pemerintah sangat dibutuhkan agar nantinya tidak banyak masyarakat yang dirugikan atau merasakan dampak secara langsung akibat perang dagang tersebut.
Baca juga: Yadea hadirkan kampanye terbaru di Jakarta Lebaran Fair 2025
Baca juga: Ofero hadir di Jakarta Fair bawa tiga model andalan
Oleh karena itu, AISMOLI berharap pemerintah Indonesia dapat segera melakukan inisiatif-inisiatif yang dapat menciptakan pasar lebih kuat untuk melindungi produsen lokal dari kemungkinan gempuran barang-barang impor yang masuk ke Indonesia.
“Salah satu lingkup yang perlu dijaga oleh pemerintah adalah kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk melindungi produk- produk lokal Indonesia dan mencegah dominasi produk impor,” ujar dia.
Dalam daftar yang tersebut, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen. Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.
Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia bukan negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang menjadi korban dagang AS. Ada pula Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing kenaikan tarif 24 persen, 49 persen, 46 persen, dan 36 persen.
Trump mengatakan bahwa tarif timbal balik itu bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.
Ia dan para pejabat pemerintahannya berpendapat bahwa AS telah "dirugikan" oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.
Tarif-tarif yang telah lama diancamkan Trump itu diumumkan dalam acara "Make America Wealthy Again" di Rose Garden, Gedung Putih.
Baca juga: AHM tak khawatirkan persaingan dengan motor listrik China
Baca juga: Yamaha tawarkan sepeda motor hibrida di India
Baca juga: Volta luncurkan motor listrik dengan sistem sewa baterai
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025