Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang sesuai dengan program pemerintah, meski belum sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan.
Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, Airlangga mencatat pertumbuhan ekonomi secara tahunan tercatat sebesar 5,1 persen. Sementara, pada kuartal IV mencapai 5,39 persen.
Menurutnya, capaian tersebut didorong oleh berbagai stimulus yang diberikan pemerintah, terutama melalui penguatan belanja fiskal.
"Saya pikir itu sesuai dengan program pemerintah, di mana pemerintah menggelontorkan fiskal ya, bantuan sosial dan terlihat konsumsi juga meningkat," ujar Airlangga.
Ia menyebut sektor industri, perdagangan, dan pertanian juga sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah.
Dengan adanya stimulus tersebut, belanja konsumsi di sektor riil terus tumbuh. Menurutnya, meningkatnya konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang menggerakkan perekonomian.
Selain itu, sektor riil juga menunjukkan pertumbuhan yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
"Konsumsi terdorong, sektor riil baik, tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi. Kemudian tentunya distribusi daripada anggaran juga baik. Jadi engine-nya semua bergerak," ucapnya.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen (yoy), menjadi yang tertinggi sejak pandemi COVID-19.
Kinerja pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2025 relatif lebih baik dibandingkan beberapa negara sejawat.
Pada kinerja kuartal IV, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh sejumlah sektor andalan, misalnya perindustrian yang tumbuh 5,4 persen.
Selain itu, sektor perdagangan dan pertanian juga mencetak pertumbuhan yang relatif tinggi dan merepresentasikan perekonomian lebih dari 40 persen.
Lebih lanjut, pertumbuhan kuartal IV juga dikatakan menciptakan sekitar 1,3 juta lapangan pekerjaan. Sejumlah indikator kesejahteraan seperti rasio ketimpangan (gini ratio) juga menunjukkan perbaikan.
Memasuki awal 2026, pemerintah mendorong berbagai program stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan, terutama menjelang momen Ramadhan dan Idul Fitri pada kuartal I.
Baca juga: Airlangga: Program pemerintah dorong kinerja positif ekonomi Q4 2025
Baca juga: BPS: Ekonomi RI tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Fathur Rochman
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































