AirAsia Indonesia pangkas kerugian operasional hingga 6,9 persen

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID) memangkas kerugian operasional hingga 6,9 persen menjadi Rp678,4 miliar pada semester I 2026.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Achmad Sadikin Abdurachman, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menjelaskan sepanjang semester I telah terjadi lonjakan harga avtur dunia sebesar 46,7 persen (yoy) yang memicu pembengkakan biaya bahan bakar maskapai hingga 26,1 persen, menjadi Rp1,99 triliun.

Kondisi ini kian menantang akibat nilai tukar rupiah yang melemah 5,0 persen terhadap dolar AS. Namun, lewat penataan rute penerbangan dan efisiensi biaya yang ketat, Indonesia AirAsia berhasil meredam dampak tersebut.

Total pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp3,91 triliun, turun tipis 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,98 triliun. Penyesuaian ini merupakan hasil dari langkah terukur Indonesia AirAsia dalam mengelola kapasitas, di mana perusahaan memprioritaskan rute-rute yang menguntungkan dibanding sekadar mengejar volume penumpang.

Penjualan tiket penerbangan Indonesia AirAsia berkontribusi sebesar Rp3,31 triliun. Sementara, pendapatan dari layanan tambahan (ancillary revenue) menyumbang Rp595 miliar, didorong oleh layanan bagasi, makanan dalam pesawat (in-flight meals), penerbangan charter, serta kargo udara.

Indonesia AirAsia menyesuaikan total kapasitas penerbangan menjadi 3,44 juta kursi atau turun 4,2 persen, dengan menata ulang rute dan alokasi pesawat.

Untuk mengimbangi lonjakan harga avtur, harga tiket rata-rata dinaikkan 4,9 persen menjadi Rp1,13 juta. Langkah ini berhasil menaikkan Revenue per Available Seat Kilometer (RASK) sebesar 17,4 persen menjadi Rp854, yang menunjukkan kualitas pendapatan perusahaan makin membaik.

Di sisi lain, minat terbang masyarakat tetap tinggi, terbukti dari 2,83 juta penumpang yang terangkut dalam 19.125 penerbangan, dengan tingkat keterisian pesawat (load factor) yang bertahan tinggi di angka 82 persen.

"Semester pertama 2026 menjadi periode ujian bagi daya tahan industri penerbangan global dalam menghadapi lonjakan biaya operasional. Alih-alih mengejar volume penumpang yang tidak efisien, Indonesia AirAsia bergerak cepat menyesuaikan kapasitas, memangkas rute yang kurang potensial, dan menyesuaikan harga tiket dengan tetap mempertahankan load factor di angka 82 persen," ujarnya.

Dari sisi pengelolaan biaya, perseroan terus menerapkan disiplin anggaran yang ketat. Hal ini terlihat dari Cost per Available Seat Kilometer (CASK ex-fuel) yang berhasil ditekan sebesar 1,2 persen. Efisiensi internal ini efektif meredam lonjakan beban operasional, sehingga perseroan sukses memangkas kerugian sebesar 6,9 persen.

"Fokus kami pada efisiensi biaya internal, terutama pemangkasan anggaran pemasaran non-esensial dan penataan jadwal perawatan pesawat, berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 2,2 persen sekaligus menekan kerugian operasional utama kami di 6,9 persen," jelasnya.

Memasuki semester II 2026, perseroan akan berfokus mempercepat pemulihan kinerja melalui optimalisasi rute-rute potensial, peningkatan utilisasi armada, serta efisiensi operasional secara menyeluruh.

Langkah ini juga didukung oleh integrasi dengan ekosistem AirAsia Group, khususnya melalui layanan penerbangan lanjutan (Fly-Thru) yang menghubungkan penumpang Indonesia AirAsia ke lebih dari 150 destinasi di Asia-Pasifik.

"Ke depan, kami akan terus mencermati perkembangan pasar dengan mengedepankan fleksibilitas operasional dan disiplin struktur biaya. Langkah terukur ini menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis perseroan, sambil tetap menghadirkan layanan penerbangan yang berkualitas dan terjangkau bagi para penumpang," sebut Sadikin.

Baca juga: AirAsia turunkan tarif tiket bertahap seiring penurunan harga avtur

Baca juga: Perkuat efisiensi operasional, AirAsia beli 150 unit Airbus A220

Baca juga: AirAsia Indonesia bukukan pendapatan Rp2,11 triliun pada Q1 2026

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |