Aceh gelar pasar murah untuk tekan inflasi dan jaga daya beli

4 hours ago 1

Meulaboh (ANTARA) - Pemerintah Aceh menggelar pasar murah melalui gerakan pangan murah yang dipusatkan di bekas lahan gedung Bank Rakyat Indonesia di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan inflasi.

Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir mengatakan program tersebut merupakan intervensi penting di tengah kenaikan harga bahan pokok, terutama di wilayah yang terdampak bencana alam.

“Program gerakan ini menjadi intervensi krusial di tengah melonjaknya harga bahan pokok, terutama di daerah yang terdampak bencana. Tujuan utamanya memastikan rantai pasok pangan tetap terjaga,” kata Nasir kepada wartawan di Meulaboh, Senin.

Paket pangan murah yang disediakan Dinas Pangan Aceh berisi minyak goreng, telur ayam, beras premium, dan gula pasir ini dijual sekitar Rp162.000 per paket, lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Nasir mengatakan kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya inflasi di Aceh yang dipicu oleh gangguan konektivitas transportasi sehingga menghambat distribusi komoditas pangan utama.

Ia menjelaskan gangguan jalur distribusi berdampak signifikan terhadap ketersediaan barang serta kenaikan harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah.

“Inflasi yang tinggi di Aceh terjadi karena gangguan konektivitas yang memengaruhi rantai pasok, khususnya komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, telur, dan bahan pokok lain yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Aceh alami deflasi 0,15 persen dua bulan setelah bencana

Berpenghasilan rendah

Pemerintah Aceh menargetkan program tersebut menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah agar tetap dapat membeli bahan pangan dengan harga terjangkau.

Nasir menyebutkan operasi pasar murah tersebut dilaksanakan di 23 kabupaten dan kota di Aceh dengan frekuensi dua kali kegiatan di setiap daerah.

Sementara itu, untuk 18 kabupaten dan kota yang terdampak bencana, frekuensi pelaksanaan pasar murah ditingkatkan hingga enam kali untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini dipastikan terus berlanjut sepanjang tahun dan tidak hanya dilaksanakan selama bulan Ramadhan,” kata Nasir.

Ia menambahkan program tersebut merupakan hasil sinergi berbagai instansi pemerintah guna memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain untuk menekan inflasi, gerakan pangan murah ini juga diprioritaskan bagi wilayah yang baru dilanda bencana, termasuk Kabupaten Aceh Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Pemerintah Aceh berharap masyarakat memanfaatkan program tersebut secara optimal karena harga pangan yang ditawarkan lebih murah sehingga daya beli tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi.

Baca juga: Tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera alami inflasi tertinggi

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |