Jakarta (ANTARA) - Sustainable Finance Framework (Pedoman Keuangan Berkelanjutan/SFF) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapatkan predikat “Excellent”, atau selaras dengan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan, dari lembaga pemeringkat kredit Sustainable Fitch sebagai wujud komitmen perseroan mendukung pembangunan berkelanjutan.
SFF tersebut merupakan pedoman perseroan dalam mengalokasikan dana untuk proyek-proyek yang memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan dan sosial.
“Dengan diterbitkannya BTN Sustainable Finance Framework, BTN telah mencapai milestone yang signifikan dan memperkuat komitmen kami untuk pembangunan berbasis keberlanjutan di Indonesia,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, di Jakarta, Jumat.
Ia menyatakan bahwa predikat tersebut menjadi pengingat bagi pihaknya untuk terus meningkatkan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, terutama terkait peran BTN sebagai market leader dalam pembiayaan kepemilikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dalam rangka mendukung program tiga juta rumah.
Selain itu, ia menuturkan bahwa pihaknya juga terus berupaya mewujudkan penerapan Prinsip-Prinsip Perbankan yang Bertanggung Jawab (Principles for Responsible Banking).
Nixon menyampaikan bahwa upaya tersebut pun sejalan dengan keanggotaan perseroan di United Nations Environment Programme Financial Initiative (UNEP FI), salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mendorong peran industri keuangan terhadap pelestarian lingkungan hidup.
BTN merupakan bank BUMN Indonesia pertama yang menandatangani prinsip-prinsip tersebut.
Penilaian “Excellent” atas SFF BTN diberikan karena dinilai sejalan dengan Prinsip-Prinsip Obligasi Hijau (Green Bond Principles), Prinsip-Prinsip Obligasi Sosial (Social Bond Principles), dan Panduan Obligasi Berbasis Keberlanjutan (Sustainability Bond Guidelines) yang diterbitkan Asosiasi Pasar Modal Internasional (International Capital Market Association).
SFF BTN juga sejalan dengan Prinsip-Prinsip Kredit Hijau (Green Loan Principles) dan Prinsip-Prinsip Kredit Sosial (Social Loan Principles) dari Asosiasi Pasar Kredit (Loan Market Association/LMA), Asosiasi Pasar Kredit Asia-Pasifik (Asia Pacific Loan Market Association/APLMA), dan Asosiasi Sindikasi dan Perdagangan Kredit (Loan Syndications & Trading Association/LSTA).
Sustainable Fitch berharap proyek hijau yang dibiayai BTN dapat memberikan dampak pada mitigasi perubahan iklim di sektor energi, transportasi, dan real estate.
Lembaga tersebut juga berharap dukungan BTN terhadap program tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat memaksimalkan penyerapan tenaga kerja dan pemberian akses air minum di area yang minim infrastrukturnya.
BTN mendapatkan dukungan dalam menyusun SFF pertamanya tersebut dari Standard Chartered Bank sebagai Sole Sustainability Structuring Bank atau institusi keuangan yang memberikan saran dan masukan dalam perancangan kerangka kerja pembiayaan berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi Sustainable Fitch yang telah memberikan pengakuan “Excellent” dalam framework kami, yang dinilai sangat sejalan dengan best practice di pasar,” kata Nixon LP Napitupulu.
Baca juga: BTN Syariah akan menjadi bank umum syariah pada 2025
Baca juga: Pemerintah dukung inovasi berkelanjutan bagi pembangunan rumah rakyat
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025