WNI di berbagai prefektur Jepang jalankan shalat Idul Adha

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Warga negara Indonesia (WNI) menjalankan shalat Idul Adha dengan khidmat di sejumlah masjid Indonesia yang tersebar di berbagai prefektur di Jepang.

Mulai dari Hokkaido sampai Fukuoka, warga Muslim Indonesia berbaur dengan umat Islam dari berbagai negara dan juga warga lokal Jepang untuk merayakan Idul Adha pada Rabu, demikian keterangan tertulis KBRI Tokyo.

Di Masjid Indonesia Asahi, Ashikawa, Prefektur Chiba, puluhan jamaah WNI dan berbagai kewarganegaraan melakukan salat Idul Adha pada pukul 08.00 waktu setempat. Bertindak selaku imam adalah Dr. Aulia Nugraha dan khatib Prof.Dr.KH. Arief Imron.

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula yang hadir bersama jamaah mengajak umat Muslim Indonesia di Jepang untuk memperkuat solidaritas sesama perantau di Jepang dan mempromosikan Islam rahmatan lil ‘alamin.

"Apresiasi kami sampaikan kepada pengurus Masjid Indonesia Asahi, Chiba yang menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah semata melainkan juga sebagai rumah silaturahmi umat dengan berbagai aktivitas sosial,” kata dia.

“Idul Adha ini menjadi titik pijak semangat berkurban dari masing-masing kita untuk saling memperhatikan dan mengingatkan, termasuk menjaga hubungan baik dengan warga lokal Jepang," tutur Al Aula, menambahkan.

Kegiatan shalat Idul Adha menjadi semakin bermakna dengan kehadiran wakil dari Kepolisian Asahi yang secara khusus memberikan materi seputar aturan hukum dan norma sosial yang berlaku di Jepang.

Pengurus Masjid Indonesia Asahi, Malik Abdul Aziz mengapresiasi kehadiran KBRI Tokyo untuk kali pertama di Masjid Indonesia Asahi, Chiba.

Selain itu kehadiran Kepolisian Asahi dalam menyampaikan sosialisasi aturan hukum di Jepang menurut Malik juga menjadi pesan bahwa masjid bisa hadir dengan baik, terbuka, dan diterima oleh masyarakat sekitar.

“Semoga Masjid Indonesia Asahi bisa terus menjadi tempat ibadah sekaligus jembatan kebaikan dan persahabatan antara Indonesia dengan Jepang," ujarnya.

Rangkaian perayaan Idul Adha tahun ini juga diisi dengan diskusi KBRI Tokyo dengan jamaah mengenai berbagai pengalaman WNI di Jepang, serta upaya untuk terus meningkatkan pelayanan KBRI.

WNI di Jepang merayakan Idul Adha 1447H pada Rabu (27/5/2026). (ANTARA/HO-KBRI Tokyo)

Berbagai prefektur

Sementara itu di Tokyo, Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang menggelar shalat Idul Adha sebanyak lima gelombang di Masjid Indonesia Tokyo (MIT) dengan kehadiran 2.500 jamaah. Untuk memeriahkan suasana juga digelar Eid Ceria Idul Adha untuk anak-anak tingkat TK dan SD.

Selain di MIT, pelaksanaan salat Idul Adha yang dikelola oleh WNI juga berlangsung di Masjid Nusantara, Akihabara, Tokyo. Pada perayaan tahun ini, sekitar 500 orang jamaah hadir.

Di Masjid Asahikawa Hokkaido, di bagian utara Jepang, pelaksanaan salat Idul Adha yang bertepatan dengan hari kerja dan bukan libur nasional dihadiri oleh sekitar 70 orang jamaah.

Jamaah juga mendapat kesempatan ramah tamah dengan menyantap sajian ketupat dan kari ayam seusai salat.

Di bagian selatan Jepang, sebanyak 300 orang jamaah melakukan salat Idul Adha di wilayah Fukuoka. Pelaksanaan salat dilakukan di dua lokasi berbeda yang dipersiapkan dengan baik oleh Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Fukuoka dan Pimpinan Ranting Istimewa (PRI) Muhammadiyah Fukuoka.

Sementara itu, di Prefektur Gifu, pelaksanaan salat Idul Adha berlangsung di Masjid Al-Hidayah Toki dengan total jamaah 100 orang. Kegiatan silaturahim ditutup dengan sajian ringan seperti dadar gulung dan tahu isi goreng.

Selain di berbagai masjid tersebut, komunitas Muslim Indonesia di beberapa prefektur lainnya di seluruh Jepang juga melaksanakan salat Idul Adha, meskipun ada yang harus meminta izin dari tempat kerja masing-masing dan melanjutkan kerja seusai menghadiri ibadah pada pagi hari.

Baca juga: Momentum Idul Adha, Dubes Heri ajak WNI di Jepang doakan Palestina

Baca juga: Beri sambutan Idul Adha, dubes ajak WNI di Jepang taat aturan

Pewarta: Yashinta Difa
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |