Prudential Indonesia tingkatkan antisipasi fraud yang kian kompleks

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Prudential Indonesia melakukan peningkatan upaya dalam mengantisipasi modus fraud yang dinilai semakin kompleks dalam industri asuransi kesehatan di tanah air.

Vice President Director Prudential Indonesia Vikas Sinha menyatakan industri asuransi kesehatan di Indonesia diproyeksikan terus bertumbuh seiring dengan tingkat inklusi yang masih relatif rendah, namun di sisi lain juga dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks.

Tantangan tersebut, lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, salah satunya yakni keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem layanan kesehatan yang turut memicu peningkatan signifikan pada risiko fraud dalam klaim asuransi.

Menurut dia, fraud dalam asuransi kesehatan adalah isu yang tidak hanya dapat mengakibatkan kerugian finansial, namun juga berdampak langsung pada kepercayaan nasabah dan pada akhirnya melemahkan inklusi serta ketahanan keuangan masyarakat dalam jangka panjang.

"Oleh karena itu penanganan fraud bukan lagi sekadar pemenuhan kepatuhan, melainkan pilar utama keberlanjutan industri," ujar dia.

Untuk itu, tambahnya, perusahaan mengambil langkah proaktif guna memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta melindungi kepentingan nasabah melalui penyelenggaraan program tahunan Risk Awareness Series 2026.

Melalui program tersebut dibagikan wawasan untuk meningkatkan literasi anti-fraud, memperkuat budaya sadar risiko, serta menegaskan komitmen Prudential Indonesia untuk menjalankan bisnis dengan integritas dan tata kelola yang baik.

Chair of the Board of Directors ACFE Indonesia Chapter Hery Subowo mengungkap Hasil Survei Fraud Indonesia 2025 yang menyebutkan tren pola fraud pada klaim kesehatan kian beragam seperti manipulasi diagnosis, pengajuan klaim yang berulang, hingga penyalahgunaan identitas peserta.

Untuk itu dia mendesak pelaku industri segera mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang tak lagi bisa ditunda.

Strategi pencegahan fraud dapat dilakukan melalui kombinasi penguatan proses manual seperti verifikasi, audit, dan validasi klaim secara menyeluruh serta pemanfaatan teknologi berbasis IT, termasuk analitik data, AI, dan pemantauan real-time, untuk mengidentifikasi pola tidak wajar sejak dini.

Sementara itu Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum BPJS Kesehatan Vetty Yulianty Permanasari, mengungkapkan tren fraud klaim di lingkungan BPJS Kesehatan seperti klaim atas pelayanan yang tidak diberikan, penggunaan obat-obatan dan/atau alat kesehatan yang berlebihan, hingga penjiplakan klaim,

“Upaya pencegahan fraud dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan manajemen risiko, peningkatan kapasitas SDM, kepatuhan mitra, serta pemanfaatan data dan sistem deteksi untuk memastikan setiap potensi kecurangan dapat diidentifikasi dan ditangani sejak dini,” ujarnya.

Terkait hal itu Vikas menambahkan perusahaan telah memperkuat deteksi fraud dengan mengintegrasikan AI, otomatisasi dan analitik data dalam proses pengelolaan klaim.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Prudential Indonesia Maria Rosalinda,menegaskan, melalui Risk Awareness Series 2026 diharapkan seluruh karyawan memiliki pemahaman dan kewaspadaan yang selaras dalam mengenali serta memitigasi potensi fraud sejak dini.

"Ini menjadi fondasi penting untuk terus membangun ekosistem asuransi kesehatan yang bersih, berkelanjutan, dan tepercaya bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Pewarta: Subagyo
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |