Jakarta (ANTARA) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) merampungkan pembangunan Jalan Pengganti Permanen Ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Jalan yang merupakan bagian dari proyek Rediversion of Muara Wahau Road Diversion (RE-MWRD) ini diresmikan sebagai infrastruktur yang mendukung peningkatan konektivitas, mobilitas masyarakat, serta kelancaran distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut.
Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada Pemerintah dan masyarakat Kutai Timur untuk menyediakan jalan pengganti permanen yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan hadirnya ruas jalan sepanjang 18,6 kilometer ini, aksesibilitas antarwilayah diharapkan semakin baik sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan pusat-pusat kegiatan ekonomi di kawasan Muara Wahau.
Dalam proyek ini, WIKA selaku pelaksana pekerjaan membangun trase sepanjang 18,6 kilometer dengan dua tipe perkerasan, yaitu rigid pavement sepanjang 12,85 kilometer dan Cakar Ayam Modifikasi sepanjang 5,35 kilometer. Pekerjaan juga mencakup pembangunan Jembatan Kanguru sepanjang 40 meter dengan struktur PCI Girder serta 24 unit box culvert sebagai bagian dari struktur pendukung jalan.
Salah satu tantangan utama dalam pembangunan jalan ini adalah kondisi lahan yang merupakan area rehabilitasi pascatambang dengan karakteristik tanah ekspansif. Kondisi tersebut membutuhkan metode konstruksi yang disesuaikan dengan karakteristik tanah agar struktur jalan tetap memiliki kestabilan dan daya tahan yang baik.
Untuk menjawab tantangan tersebut, WIKA menerapkan Cakar Ayam Modifikasi pada sepanjang 5,35 kilometer. Struktur ini digunakan untuk membantu mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata serta mengantisipasi potensi penurunan tidak seragam pada kondisi tanah ekspansif. Penerapan metode tersebut menjadi bagian dari upaya WIKA menghadirkan solusi konstruksi yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Selama proses pembangunan, proyek melibatkan sekitar 350 tenaga kerja dengan capaian 1,5 juta jam kerja. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi bagian penting dalam pelaksanaan konstruksi untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan yang ditetapkan.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, mengatakan bahwa penyelesaian Jalan Pengganti Permanen Simpang Perdau–Tepian Langsat merupakan bentuk kontribusi WIKA dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan kawasan.
“Pembangunan Jalan Pengganti Permanen Simpang Perdau–Tepian Langsat menunjukkan bagaimana kompetensi dan pengalaman WIKA dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dengan karakteristik lapangan yang spesifik. Kami berharap jalan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, memperlancar mobilitas dan distribusi barang serta jasa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Kutai Timur,” ujar Ngatemin.
Dengan karakteristik sebagai jalan pengganti permanen, ruas ini dirancang untuk memberikan manfaat sesuai dengan masa layanan yang telah ditetapkan dalam desain. Kehadiran jalan dengan kualitas dan kemantapan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keandalan perjalanan bagi masyarakat serta pengguna jalan.
Lebih dari sekadar jalur transportasi, pembangunan ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat membawa semangat “Membangun Konektivitas, Menggerakkan Pertumbuhan”. Jalan ini diharapkan dapat memperkuat akses antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, membuka peluang pertumbuhan kawasan, serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.
Bagi WIKA, penyelesaian proyek RE-MWRD juga menjadi bagian dari keberlanjutan kerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal dalam mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur yang berkualitas. WIKA berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi konstruksi yang inovatif dan adaptif terhadap kondisi lapangan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































