TEP Unair kembangkan ekowisata berbasis mitigasi bencana di Manokwari

1 hour ago 4

Manokwari (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengembangkan ekowisata di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, yang diintegrasikan dengan sistem mitigasi bencana, perlindungan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi.

Ketua Tim Kelompok VI Tim Ekspedisi Patriot Unair, Neffrety Nilamsari di Manokwari, Kamis, mengatakan sebelum pelaksanaan asesmen, pemetaan risiko, dan intervensi pembangunan, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Program ini menggunakan pendekatan mitigasi bencana berbasis komunitas. Masyarakat tidak hanya jadi penerima manfaat, tetapi selalu siap siaga dan mampu mengenali risiko,” ujarnya.

Dia menjelaskan Distrik Prafi merupakan salah satu kawasan transmigrasi di Manokwari yang memiliki potensi ekowisata berupa sumber daya alam, sungai, lahan pertanian, dan beragam kesenian sebagai bagian dari kearifan lokal.

Baca juga: Kementrans kirim Tim Ekspedisi Patriot lakukan riset di Manokwari

Kawasan tersebut juga menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor yang berpotensi mengganggu infrastruktur, akses transportasi, serta menghambat aktivitas sosial dan ekonomi, sehingga masyarakat perlu diberikan pemahaman.

“Pengembangan ekowisata diarahkan untuk memperhatikan aspek keselamatan ketangguhan masyarakat, perlindungan infrastruktur, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Setelah sosialisasi, kata Nilamsari, tim akan melakukan pemetaan wilayah rawan banjir dan tanah longsor, membentuk serta melatih kader desa tangguh bencana, dan mengembangkan sistem deteksi dini berbasis masyarakat.

Kegiatan tersebut juga mencakup penyediaan sarana pertolongan pertama, penyusunan modul mitigasi, pelatihan proses evakuasi, simulasi bencana, sekaligus perlindungan terhadap infrastruktur menggunakan vegetasi lokal.

“Setelah edukasi dan sosialisasi, tim kami melanjutkan dengan kegiatan teknis yang lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan ekowisata tidak hanya mengintegrasikan dengan sistem mitigasi tetapi program pemberdayaan ekonomi melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola kawasan secara partisipatif.

Pengembangan ekowisata berbasis mitigasi bencana diharapkan dapat membuka peluang ekonomi masyarakat tanpa membedakan gender maupun tingkat pendidikan dalam pengelolaan potensi wisata di wilayah Prafi.

“Masyarakat juga nantinya dilatih mengolah produk unggulan, seperti keripik selimut dan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah sebagai produk pendukung ekowisata,” katanya.

Baca juga: Tim Ekspedisi Patriot latih UMKM di Manokwari olah matoa jadi dodol

Baca juga: Tim Ekspedisi Patriot Unair kembangkan desa sehat di Manokwari

Dia mengatakan asesmen lapangan bertujuan mengidentifikasi titik rawan, memeriksa kondisi infrastruktur, melakukan pemetaan partisipatif bersama masyarakat, dan hasilnya akan menjadi dasar penentu prioritas intervensi.

Pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, sektor swasta, aparat keamanan dan media massa dimaksudkan agar program pembangunan ekowisata berbasis mitigasi bencana dapat berjalan maksimal.

“Pada aspek lingkungan, masyarakat diperkenalkan dengan pemilihan, dan pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna, termasuk pengembangan eco-enzyme,” tutur Nilamsari.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |