Palu (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan para pejabat, termasuk menteri dan kepala daerah, bahwa jabatan merupakan amanah untuk melayani rakyat dan bukan kekuasaan yang melekat selamanya.
Dalam Dies Natalis Ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako (Untad) periode ke-138 di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, Amran mengatakan setiap jabatan memiliki batas waktu dan sewaktu-waktu dapat berakhir.
Amran mencontohkan seorang menteri memiliki masa jabatan terbatas dan dapat mengalami pergantian melalui perombakan kabinet sehingga kedudukan tersebut tidak boleh dianggap melekat secara permanen.
"Menteri itu pegawai kontrak, cuma lima tahun, itu pun kalau tidak di-'reshuffle'," katanya di hadapan 1.018 wisudawan dari jenjang doktor, magister, sarjana, dan sarjana terapan.
Menurut dia, hal serupa berlaku bagi kepala daerah. Ia mengingatkan pejabat agar tidak bersikap seolah-olah memiliki kekuasaan atas segala sesuatu setelah menduduki jabatan.
"Siapa kamu? Hamba Allah, pelayan rakyat. Kita ini pelayan rakyat," katanya menegaskan.
Amran menekankan setiap pejabat akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diterimanya sehingga jabatan harus digunakan untuk melayani kepentingan masyarakat dan bukan kepentingan pribadi.
"Ini ditanya di akhirat nanti. Kamu apakan itu jabatan itu?" ujarnya.
Menurut dia, menjadi pejabat bukan perkara mudah karena setiap kewenangan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memiliki konsekuensi moral serta pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga mengajak lulusan Untad menjadi penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja dengan memanfaatkan potensi daerah.
Ia mengatakan lulusan perguruan tinggi perlu berani mengembangkan kemampuan dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Amran meminta para lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu melihat peluang di lingkungan sekitar dan berani memulai usaha sesuai dengan potensi yang tersedia.
Baca juga: Mentan RI turunkan tim ahli tangani penyakit bangkalan durian Sulteng
Baca juga: Mentan RI motivasi alumni Untad Palu raih sukses dengan kerja keras
Baca juga: Mentan: Penyaluran beras bentuk perhatian pemerintah
Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































