"Water purifier" PAM Jaya solusi air minum aman dan ramah lingkungan

9 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Inovasi pemurni air atau water purifier yang dikembangkan oleh PT PAM Jaya dinilai menjadi solusi strategis dalam menghadirkan air minum aman, efisien, dan ramah lingkungan, sehingga dapat meminimalkan limpah plastik.

"Air minum yang aman merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat," kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kebutuhan air minum aman di wilayah perkotaan seperti Jakarta terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, serta keterbatasan sumber air baku yang berkualitas.

Dalam konteks tersebut, inovasi teknologi seperti water purifier menjadi solusi penting untuk memastikan ketersediaan air minum yang higienis dan siap konsumsi kapan saja.

Dia mengatakan, teknologi water purifier bekerja melalui sistem penyaringan berlapis, mulai dari karbon aktif, ultrafiltrasi, hingga reverse osmosis, yang mampu menghilangkan bakteri, virus, partikel berbahaya, serta kandungan logam berat.

‎"Dengan teknologi ini, masyarakat dapat memperoleh air minum yang aman langsung dari sumber air yang tersedia di rumah," ujar Sugiyanto.

Menurut dia, standar kualitas air minum telah diatur secara ketat melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 serta Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum, yang mewajibkan air memenuhi parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi.

Baca juga: PAM Jaya hemat Rp1 miliar per tahun setelah gunakan Water Purifier

Dalam praktiknya, sebagian masyarakat masih mengandalkan air tanah, air permukaan, maupun air hujan yang memerlukan pengolahan lanjutan sebelum layak dikonsumsi.

Oleh karena itu, penggunaan water purifier di tingkat rumah tangga menjadi solusi rasional, terutama di masa transisi menuju layanan air minum langsung dari keran.

Selain aspek kesehatan, Sugiyanto juga menyoroti pentingnya inovasi ini dalam mendukung pelestarian lingkungan. Ketergantungan terhadap air minum dalam kemasan dinilai telah berkontribusi besar terhadap timbulan sampah plastik.

‎"Penggunaan water purifier dapat mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan, sehingga membantu menekan produksi sampah plastik sekali pakai," ucapnya.

Dia mengingatkan, pengurangan sampah plastik telah menjadi agenda nasional yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017.

Selain itu, inovasi kemasan ramah lingkungan berbasis kertas dinilai menjadi alternatif penting dalam mendukung sistem konsumsi berkelanjutan. Kemasan tersebut lebih mudah terurai dan dapat didaur ulang dibandingkan plastik.

Kebutuhan air baku Jakarta saat ini masih didominasi oleh Waduk Jatiluhur sekitar 92 persen, sementara sisanya berasal dari sungai dan sumber lain. Untuk mencapai target pelayanan air bersih 100 persen pada 2029, dibutuhkan pasokan air sekitar 32.950 liter per detik.

Sejak pengambilalihan pengelolaan air pada 2023, cakupan layanan PAM Jaya meningkat dari 59,53 persen menjadi sekitar 80,24 persen pada 2026. Jumlah pelanggan juga naik dari 948.594 menjadi sekitar 1,17 juta sambungan rumah.

Baca juga: PAM JAYA luncurkan "water purifier" guna dukung upaya keberlanjutan

Baca juga: PAM Jaya serahkan bantuan 100 unit pemurni air untuk fasos fasum

Di sisi infrastruktur, panjang jaringan pipa bertambah dari 12.195 kilometer menjadi 16.234 kilometer dalam tiga tahun terakhir. Sementara tingkat kehilangan air (non-revenue water) ditargetkan turun dari 46,2 persen menjadi 30 persen pada 2029.

Untuk mendukung keberlanjutan pasokan air, dia menilai perlu adanya pengembangan sumber air baku alternatif, seperti desalinasi air laut, pengolahan air limbah, hingga proyek strategis seperti pembangunan terowongan bawah tanah dan tanggul laut raksasa (giant sea wall).

‎"Seluruh inovasi ini menunjukkan bahwa masa depan penyediaan air minum akan terintegrasi antara teknologi, kebijakan, dan kesadaran lingkungan," ujarnya.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |