Jakarta (ANTARA) - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan layanan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dilaksanakan jajaran Polri berlangsung lebih baik dibanding tahun sebelumnya karena didukung teknologi dan komunikasi publik yang maksimal.
Anggota Kompolnas Choirul Anam mengatakan lembaganya memantau langsung pelaksanaan arus mudik dalam Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan jajaran Polri di seluruh Indonesia.
"Kami melakukan pemantauan arus mudik di Kepolisian itu Operasi Ketupat. Seperti di Jawa Barat, saya ke titik-titik rawan macet dan melihat juga manajemen tata kelola bagaimana arus mudik dengan mobilisasi yang besar dikelola dengan baik," kata Anam dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Salah satu lokasi yang dipantau Kompolnas adalah di KM57 jalur pantai utara, yang menjadi lokasi kepolisian melakukan manajemen pengaturan arus di jalan tol.
"Salah satu yang meningkat adalah soal penggunaan teknologi yang jauh maksimal plus komunikasi publik yang maksimal," katanya.
Menurut ia, dengan teknologi dan komunikasi publik yang maksimal, informasi-informasi mendasar terhadap masyarakat bisa faktual disampaikan dengan baik.
Misalnya, pelaksanaan one way atau contraflow dapat terinformasi dengan baik kepada masyarakat yang sedang mudik.
"Makanya kayak one way kapan diberlakukan, misalnya begitu dan sebagainya. Itu menurut saya lebih baik," kata Anam.
Baca juga: Kapolri minta Tol Kalikangkung beri layanan terbaik saat puncak mudik
Selain itu, Kompolnas juga meninjau langsung tiga lokasi pemantauan arus mudik di Jawa Barat. Hasilnya juga menunjukkan tren positif.
Seperti angka kecelakaan lalu lintas pada hari dan jam yang sama pada pelaksanaan Operasi Ketupat tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas di tiga lokasi yang dipantau Kompolnas.
"Membandingkan di tanggal yang sama di hari yang sama, perbandingan dengan tahun yang lalu soal kecelakaan lalu lintas itu turun. Angkanya ada yang 50 persen dan 90 persen kalau dibandingkan hari H sekian, sama dengan waktu saya tindak di beberapa posko terpadu, jadi lebih baik," ujarnya.
Yang tak kalah penting dari itu, Kompolnas menemukan satu pendekatan pelayanan yang ramah anak dilaksanakan di Polres Cimahi, di daerah Padalarang, Jawa Barat.
Menurut Anam, Pos Polres Cimahi tersebut tidak hanya dibangun sebagai pos terpadu pelayanan mudik, tetapi juga membangun keramahan pada anak.
Pos tersebut dibuat berbeda dari pos lainnya, menarik dengan nuansa Transformer. Biasanya pos terpadu hanya tersedia layanan kesehatan, tempat istirahat standar.
"Pos itu dibikin sedemikian rupa untuk menarik anak-anak. Dan logikanya menarik karena mudik ini biasanya satu keluarga yang gampang capek juga anak-anak, yang macam-macam juga anak-anak. Dengan adanya pos yang ramah pada anak, menghibur anak-anak, juga diharapkan situasinya lebih nyaman dan menghibur," katanya.
Anam mengatakan kondisi ini menunjukkan satu tingkatkan perkembangan layanan mudik oleh Polri, salah satunya dimensi yang dikembangkan oleh kepolisian adalah layanan ramah pada anak.
Baca juga: Korlantas turunkan tim urai tangani pemudik menepi di bahu jalan
Baca juga: Analis nilai Polri sukses amankan arus mudik Lebaran 2026
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































