Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu mengedukasi warga Kepulauan Seribu untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya saat memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa.
“Pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan kunci utama dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan,” kata Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu, Aldi Jansen di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah paling mendasar dan jika ini berjalan baik di masyarakat, maka pengelolaan sampah di hilir akan jauh lebih mudah dan optimal.
Ia menambahkan sebagai bentuk implementasi HPSN, pihaknya menggelar aksi bersih pantai (beach cleanup) di Pantai Arsa bersama warga dan wisatawan dan sebanyak 256 kilogram sampah berhasil dibersihkan dan langsung dipilah.
"Total ada 90 kilogram sampah organik, 17 kilogram plastik dan 149 kilogram residu," kata dia.
Baca juga: Volume sampah libur Lebaran di Pulau Untung Jawa capai 83 meter kubik
Ia mengatakan pihaknya juga memberikan edukasi pemilahan sampah melalui pembinaan kepada pelaku usaha agar dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sejak dari sumber.
"Melalui pembinaan ini, kami mendorong pelaku usaha untuk mulai memilah sampah dan mengelolanya dengan baik," kata dia.
Menurut dia, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan uji emisi kendaraan bermotor sebagai upaya pengendalian pencemaran udara.
Dalam pelaksanaan di Pulau Tidung, uji emisi diikuti 15 unit sepeda motor dan gerobak motor (Germor).
Sebanyak sembilan kendaraan diuji dinyatakan lulus dan enam unit tidak lulus.
Baca juga: Pemkab angkut sampah seberat 500 kilogram di Pulau Harapan
"Untuk Pulau Untung Jawa, dari 20 unit kendaraan yang diuji, sebanyak 16 unit lulus dan empat unit tidak lulus," kata dia.
Pihaknya juga melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove dan 10 bibit pohon sukun di Pulau Tidung yang melibatkan Gerakan Pramuka Saka Kalpataru serta berkolaborasi dengan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu.
"Kami ingin memastikan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. Sehingga, lingkungan di Kepulauan Seribu dapat tetap bersih, sehat dan berkelanjutan," kata dia.
Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim mengatakan pelaksanaan kegiatan HPSN yang melibatkan berbagai unsur masyarakat ini berharap agar hal itu tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya peduli lingkungan.
"Kami menyambut baik kegiatan ini karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, baik warga maupun wisatawan , untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam memilah sampah dari sumber," kata dia.
Baca juga: Pemkab angkut 4,4 ton sampah kiriman dari daratan Jakarta
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































