Tapanuli Selatan- Sumatera Uta (ANTARA) - Warga hunian sementara (huntara) Tapanuli Selatan, yang berlokasi di Desa Napa, Batang Toru, Sumatera Utara, terlihat tetap antusias menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026.
Banyak penghuni yang melakukan aktivitas memasak untuk menyambut perayaan tersebut. Meski di tengah kondisi pascabencana, mereka tidak lupa untuk mengerjakan tradisi yang sudah ada setiap tahunnya.
“Kami sedang goreng peyek kacang untuk lebaran nanti,” kata Rosdiana kepada ANTARA, Kamis.
Baca juga: Membasuh luka di fasilitas komplek hunian sementara
Menurut dia, inilah cara mereka berlebaran pada tahun ini, dengan kesederhanaan yang diakibatkan luka yang masih membekas terkait banjir bandang yang terjadi beberapa waktu yang lalu di desanya, Garoga.
Pembuatan peyek kacang ini dilakukan dengan bahan yang seadanya, yang membuat camilan kering itu terasa spesial adalah, karena dibuat untuk menyambut anak mereka yang sedang merantau di Tapanuli Tengah dan akan balik pada saat Lebaran nanti.
“Peyek kacang ini juga untuk menyambut anak saya, yang nanti Lebaran balik dari Tapanuli Tengah. Biar gimanapun kan, kue kue kering seperti ini harus tetap ada,” ujar dia.
Baca juga: Warga huntara di Agam pertahankan Tradisi Marandang sambut Lebaran
Tidak jauh dari rumah Rosdiana, terdapat penghuni lain yang juga sedang menggoreng kue kering bawang yang menggunakan bahan seadanya yang mereka miliki.
“Saya sedang goreng kue bawang, untuk Lebaran nanti dengan bahan seadanya aja ini,” ucap Diana sambil membalik-balikkan kue bawang yang digorengnya.
Dengan kondisi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perayaan Hari Lebaran 2026 ini, harus tetap dijaga dan dirawat agar tidak hilang kesan-kesan yang dihadirkan oleh Bulan Ramadhan ini.
“Biar gimanapun kondisi kita, merayakan hari kemenangan itu harus tetap dijaga, ya inilah cara kami,” kata dia.
Baca juga: Pemprov Sumut kirimkan sapi untuk warga huntara di Tapsel
Baca juga: Jembatan tersambung, warga Gayo Lues terbebaskan dari keterisolasian
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































