Wapres ajak santri di Mojokerto perkuat akhlak dan literasi teknologi

2 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak para santri, termasuk di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, untuk adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam keterangan Sekretariat Wakil Presiden, Rabu, Gibran menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat secara moral dan spiritual, tetapi teknologi.

Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi pelengkap penting agar para santri mampu berkontribusi aktif di tengah transformasi digital.

"Jadi kalau santri ini, kan, ngajinya pasti baik, akhlaknya baik, tapi harus diimbangi dengan ilmu-ilmu yang bisa menjawab tantangan zaman. Jadi harus melek AI, nanti kita kirim guru juga untuk pelajaran coding," kata Gibran.

Wapres menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan akhlak dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Wapres juga mengingatkan para santri untuk bijak dalam menggunakan teknologi, khususnya dalam mengakses informasi melalui gawai.

Selain penguatan kapasitas santri, Wapres turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk yang menyentuh sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Tadi saya sampaikan juga ke Pak Kiai, jadi harus hati-hati sekali, saling menjaga. Dan tadi saya titip ke Pak Bupati (Mojokerto), mohon ini program-program dari pemerintah pusat, program dari Pak Presiden Prabowo agar bisa dijalankan dengan baik di sini," ujar Gibran.

Wapres berharap bisa kembali berkunjung dengan membawa program penguatan kapasitas santri di bidang teknologi.

"Ini mohon maaf sekali karena waktunya sangat terbatas. Kalau ke Pondok itu saya biasanya bawa guru AI sama bawa guru robot robotik] untuk mengajar santri-santri, Pak Kiai, secara gratis. Jadi saya ini dulu, ya, Pak Kiai, utang. Nanti saya ke sini lagi bawa guru-gurunya," pungkasnya.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |