Wamentan: Produktivitas lahan kunci swasembada pangan nasional

4 weeks ago 12

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan peningkatan produktivitas lahan dan optimalisasi frekuensi tanam menjadi kunci utama dalam mendorong swasembada serta memperkuat ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

"Kunci utama terletak pada peningkatan produktivitas lahan serta optimalisasi frekuensi tanam," kata Wamentan dalam seminar Ketahanan Pangan yang diselenggarakan Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, serta diikuti akademisi dan mahasiswa, Sudaryono menegaskan upaya mewujudkan swasembada pangan secara keseluruhan terus diperkuat melalui peningkatan produksi serta kebijakan yang tepat.

“Agar panen lebih banyak, maka yang harus dilakukan adalah menanam lebih banyak. Ini bisa dilakukan melalui peningkatan produktivitas di lahan yang sama serta meningkatkan frekuensi tanam dalam satu tahun,” ujar Wamentan.

Baca juga: Mentan: Stok beras capai empat juta ton, aman hingga akhir tahun

Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong kebijakan yang mampu meningkatkan produktivitas petani, termasuk menggenjot hasil panen per hektare melampaui rata-rata saat ini.

Selain itu, Kementan juga terus melakukan optimalisasi indeks pertanaman agar lahan petani dapat ditanami lebih sering dalam satu tahun.

Lebih lanjut, Wamentan menekankan keberhasilan swasembada pangan tidak lepas dari dukungan kebijakan strategis pemerintah.

Salah satu yang krusial adalah perbaikan infrastruktur irigasi. Ia mencontohkan, pembangunan 61 bendungan pada era sebelumnya belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan kewenangan dalam pembangunan jaringan irigasi hingga tingkat tersier.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |