Wamenkop minta Agrinas perkuat komunikasi publik Kopdes Merah Putih

1 month ago 26
Kita harus lebih intensif lagi dalam berkomunikasi, agar tidak ada missleading di ruang publik

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah meminta PT Agrinas Pangan Nusantara yang bertanggung dalam pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih untuk memperkuat komunikasi publik terkait program prioritas tersebut.

Wamenkop berkunjung ke PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) di Jakarta, Rabu, dan meminta Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota untuk memperkuat koordinasi dan narasi bersama.

“Kita harus lebih intensif lagi dalam berkomunikasi, agar tidak ada missleading di ruang publik,” ujar Farida dikutip dari keterangan pers Kemenkop.

Menurut dia, komunikasi publik yang efektif diperlukan untuk merespons tingginya antusiasme masyarakat terhadap Kopdes Merah Putih, yang hadir membawa solusi berupa harga kompetitif, skema yang menguntungkan petani, serta pinjaman produktif dengan bunga ringan.

Baca juga: Wamenkop: Kopdes diserahterimakan ke kepala desa setelah verifikasi

Baca juga: Wamenkop: Kopdes Merah Putih hapus ironi desa dikelola orang kota

Farida mengingatkan agar komunikasi publik yang disampaikan konsisten dan selaras.

“Jangan sampai ada komunikasi publik yang tidak sama hingga menjadi viral negatif. Meski tidak banyak, jika dibiarkan bisa membesar dan merugikan tujuan mulia kita,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Joao menegaskan Kopdes Merah Putih harus menjadi simpul penguatan ekonomi lokal.

Selain menyediakan barang ritel, produk subsidi dan kebutuhan UMKM, koperasi ini juga akan bertindak sebagai offtaker (penyerap) bagi produk-produk asli desa tersebut.

"Nantinya, Torasera akan berperan sebagai pengendali distribusi yang menghubungkan produk desa ke wilayah lain, baik di tingkat provinsi maupun mancanegara," ucap Joao.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan lokapasar untuk menjangkau konsumen global secara lebih efektif.

"Kehadiran Kopdes Merah Putih harus menjadi fondasi utama dalam memperkuat ekonomi lokal," tegasnya.

Sebelumnya, publik sempat menyoroti langkah Agrinas yang mengimpor 105 ribu unit truk dan pikap 4x4 dari India untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih. Kebijakan tersebut menuai kritik karena dinilai berpotensi melemahkan daya saing industri otomotif nasional.

Namun, Dirut Agrinas Joao di Jakarta, Selasa (31/3) mengklarifikasi bahwa opsi impor dipilih karena spesifikasi kendaraan pikap 4x4 belum diproduksi di Indonesia.

Pengadaan senilai Rp24,66 triliun tersebut mencakup 35.000 unit pikap 4x4 dari Mahindra Ltd, serta 70.000 unit dari Tata Motors (terdiri atas 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam.

Baca juga: Wamenkop tegaskan pengelolaan Kopdes harus profesional dan transparan

Baca juga: Wamenkop ajak kopdes merah putih manfaatkan pendanaan LPDB

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |