Wamenkop: Kopdes Merah Putih hapus ironi desa dikelola orang kota

6 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih hadir untuk menghapus ironi desa yang kaya sumber daya alam, tetapi justru dikelola orang kota, sementara sumber daya manusia (SDM) desa banyak merantau.

“Seluruh sumber daya alam berada di desa, tapi yang memanfaatkan dan mengelolanya justru orang dari luar desa. Sedangkan SDM-nya banyak yang ke kota. Adanya Kopdes Merah Putih ini salah satunya untuk menghapus ironi tersebut,” kata Farida saat berkunjung ke UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Kota Serang, Banten.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Farida menekankan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa Gen Z, memiliki peran penting dalam mengubah kondisi tersebut.

Ia mendorong agar anak muda kembali ke desa asalnya untuk melakukan pemetaan potensi lokal, seperti pertanian, peternakan, dan perkebunan, lalu mengembangkan usaha produktif berbasis nilai tambah.

“Kalau desanya punya tomat, bisa dibuat saus sambal, jus kemasan, dan produk turunan lainnya. Semua potensi desa akan dikonsolidasikan lewat Kopdes Merah Putih,” ujar dia.

Menurut Farida, koperasi modern dan profesional merupakan wadah strategis bagi Gen Z untuk mengekspresikan diri sekaligus membangun karier.

“Koperasi bukan pilihan kedua, bukan tempat singgah sementara, tetapi ruang strategis untuk membangun masa depan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan melalui koperasi, Gen Z dapat belajar kewirausahaan yang sesungguhnya, bukan hanya mengejar keuntungan pribadi, tetapi menciptakan manfaat bersama.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari menegaskan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem koperasi desa.

“Inisiatif ini mempertemukan dunia kebijakan, dunia koperasi, dan dunia kampus. Tiga kekuatan yang jika bersatu, mampu mengubah wajah perekonomian bangsa,” ujar dia.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom menegaskan bahwa tren dunia saat ini sudah mengarah pada pengembangan koperasi yang pesat.

Ia mencontohkan di Kanada, 70 persen penduduknya merupakan anggota koperasi; di Prancis, 35 persen penduduk menjadi anggota koperasi dan 75 persen sektor produksinya dikuasai koperasi; di Brasil, 34,7 persen PDB dihasilkan koperasi; sementara di Kuwait, lebih dari 70 persen perdagangan ritel dikuasai koperasi.

“Oleh karena itu, kami mendorong mahasiswa untuk menciptakan produk yang kemudian dikembangkan dalam wadah koperasi. Kami akan mendukung Kopdes Merah Putih dan terus meningkatkan literasi mahasiswa terkait koperasi. Bahkan, kami bakal segera membentuk Prodi Perkoperasian secara khusus,” ujar Ishom.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |