Wamenekraf dorong inklusivitas melalui aktivasi kreatif jelang Imlek

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong inklusivitas melalui aktivasi kreatif di ruang publik yang menggerakkan ekosistem kreatif dan partisipasi masyarakat.

"Tradisi kreativitas modern harus menghadirkan pengalaman bersama yang menggerakkan ekosistem kreatif dan partisipasi masyarakat,” ucap Wamen Ekraf Irene dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.

Irene mengatakan salah satu aktivasi kreatif yang akan dibuat bertepatan dengan suasana Imlek yakni instalasi film dari Visinema "Na Willa" yang mengangkat cerita keluarga keturunan Tionghoa.

Baca juga: Radio Ekraf Bandung mendorong pengembangan talenta kreatif dari daerah

Aktivasi akan dibuat di Lapangan Banteng, lokasi diadakannya perayaan Imlek Nusantara dan lokasi pengadaan Kids Corner seperti di bandara dan stasiun.

Irene mengatakan karya kreatif seperti film bisa menjadi medium yang kuat untuk mendorong literasi sekaligus ruang belajar inklusif bagi anak-anak dan keluarga.

Film Na Willa bercerita tentang kisah anak perempuan berusia enam tahun yang masih kecil, tapi dia punya mimpi besar. Dengan latar belakang Surabaya era tahun 60-an, penonton bisa melihat perjalanan Na Willa bersama teman-teman di Gang Krembangan yang memiliki adventure atau perjalanan menikmati hidup.

Baca juga: Kemenekraf luncurkan Radio Ekraf di Bandung perkuat ruang kolaborasi

Melalui sudut pandang Na Willa yang polos dan penuh rasa ingin tahu, penonton diajak melihat dinamika keluarga multikultural, ayah keturunan Tionghoa dan ibu yang berasal dari NTT.

Perspektif dunia anak dalam film diyakini bisa mendorong penguatan literasi dan ruang kreatif yang membuka peluang sinergi ekosistem kreatif sekaligus pemanfaatan ruang publik dengan aktivitas yang lebih edukatif.

Film Na Willa juga berencana melakukan roadshow bus ‘Kamar Na Willa’ ke beberapa kota, membuat perpustakaan berjalan (Kelana Aksara), serta aktivasi di transportasi publik dan taman kota.

Baca juga: Wakil Menteri Ekraf ingin perayaan Imlek jadi cerminan kebersamaan

Dengan kehadiran cerita keluarga yang hangat, film Na Willa juga bakal membawa misi literasi dan penguatan nilai emosional anak maupun orang tua melalui pengalaman membaca serta menulis.

Chief Content Officer Visinema Studios dan produser film Na Willa Anggia Kharisma mengatakan sebuah cerita dan karakter yang diciptakan bisa menjadi sosok teman untuk anak dan keluarga Indonesia bertumbuh.

"Film Na Willa bisa dijadikan ruang diskusi, terutama ruang-ruang internal dalam keluarga yang lebih menarik sehingga memantik orang tua untuk mengajak anak-anak lebih sering membaca dan menikmati apa yang menjadi tulisan dari mereka. Kami percaya cerita anak-anak sama pentingnya dengan kisah orang dewasa,” ungkap Anggia.

Baca juga: Menekraf tekankan pentingnya penguatan ekosistem kreatif di daerah

Film yang diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo itu diyakini mampu merayakan identitas anak-anak melalui aktivasi kolaborasi dalam bentuk konten digital dan fisik jelang perayaan Imlek Nasional maupun menuju Lebaran 2026.

Sebelumnya pun Kementerian Ekraf tahun lalu telah memberi dukungan terhadap film Jumbo untuk menguatkan ekosistem perfilman nasional.

Baca juga: Menekraf dorong penguatan ekraf dengan kolaborasi berbasis komunitas

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |